179 Petarung Muda Ramaikan Kejurprov Muay Thai Kalsel 2025 di Banjarmasin
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 179 atlet dari 12 kabupaten/kota di Kalsel turut ambil bagian di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) muay thai Kalimantan Selatan 2025 di Banjarmasin.
Event bergengsi ini dilangsungkan di eks kawasan wisata kuliner, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara, mulai Jumat (25/4/2025) hingga Minggu (27/4/2025).
Mereka bertanding murni sebagai perwakilan daerah masing-masing, tanpa kehadiran atlet luar daerah. Namun, Kabupaten Kotabaru tahun ini absen dari ajang tersebut.
Baca Juga
Tuntutan Makin Menguat! Kuasa Hukum Desak Hakim Fokus pada Pasal Pembunuhan Berencana Juwita
Kota Banjarmasin sendiri menurunkan 18 atlet terbaik yang siap bertarung dalam pertandingan tiga ronde di berbagai kelas usia dan berat badan.
Atlet-atlet yang berlaga di Kejurprov ini wajib mengikuti ajang tersebut jika ingin melaju ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), bahkan menuju PON.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, yang membuka pertandingan menyampaikan harapannya terhadap atlet-atlet lokal, terutama dari Banjarmasin.
“Kami berharap para atlet kita bisa menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Seperti yang disampaikan Ketua Muaythai dan Ketua KONI Kota Banjarmasin," ujar Ananda.
"Muaythai menjadi salah satu cabor yang ingin terus dipertahankan di Porprov. Kejurprov ini menjadi seleksi wajib menuju sana,” tambahnya.
Hj Ananda juga menyebutkan optimismenya usai berdiskusi dengan Ketua KONI Banjarmasin, bahwa Muaythai Banjarmasin berpeluang besar menjadi juara umum di Porprov mendatang. Menurutnya, semangat dan kerja keras menjadi kunci utama.
“Bukan hanya di dunia atlet, di dunia apapun, kalau kita tekun, sungguh-sungguh, dan berdoa, insya Allah akan sukses,” katanya.
Sementara itu, dari sisi pemerataan dan potensi, Ketua Muaythai Kalsel, H. Aftahuddin menyebut penyebaran atlet dan pelatih sudah cukup merata di Kalsel.
Contohnya, Kabupaten Tanah Bumbu, mengirimkan total 12 atlet (6 putra dan 6 putri) meski jaraknya cukup jauh.
"Bahkan, daerah ini disebut-sebut sebagai salah satu unggulan Kalsel untuk cabang seni Muaythai di ajang PON mendatang," beber Aftahuddin.
Ia menegaskan bahwa atlet yang tidak mengikuti Kejurprov tidak diperkenankan tampil di Porprov, sebagai bentuk seleksi ketat dan penjenjangan resmi.
Selain kategori dewasa (usia 17–40 tahun), Muaythai Kalsel juga tengah mendorong pembinaan usia muda dengan merancang kejuaraan khusus pelajar.
"Anak-anak SD, SMP, dan SMA mulai disiapkan sejak dini untuk regenerasi atlet," ungkapnya.
Salah satu peserta muda, Aulia (16) dari Tanah Bumbu, membagikan pengalamannya menjelang debut di Kejurprov.
“Latihan sekitar tujuh bulan. Ini pertandingan pertama saya di Muaythai, agak deg-degan tapi sudah siap banget,” ucapnya dengan semangat.
Aulia akan bertarung di kelas 10 dan mengaku tertarik dengan Muaythai karena tantangannya yang unik.
“Awalnya ikut karena suka olahraga dan pengin bakar kalori, tapi sekarang jadi makin suka karena seru,” pungkasnya.(Ramadan)
Editor Restu