WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Utang puasa Ramadhan atau qadha wajib dibayar, namun karena masih di bulan Syawal, dimana ada kesempatan berpuasa Syawal, maka sebaiknya manakah yang lebih utama didahulukan? Boleh menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal? Pertanyaan-pertanyaan demikian sering kita temui ketika tiba bulan Syawal dan baru beres Ramadhan. Menanggapi ini, K.H. Abdullah Gymnastiar mengatakan akan lebih baik mendahulukan puasa qadha baru yang sunah sebab membayar utang puasa hukumnya wajib. "Keutamaan puasa 6 hari dibulan syawal sangat besar, bahkan disebut seperti berpuasa setahun penuh," ujar penceramah yang biasa disapa Aa Gym ini, dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (14/4/2025). Ssebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad SAW, begini artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian berpuasa enam hari dibulan syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (H.R. Muslim no 1164) "Tapi bagaimana kalau masih punya utang puasa Ramadhan? Dalam madzhab Syafi’i ada dua pendapat," katanya lagi. BACA JUGA: Banjir Rob di Pesisir Kalsel Mulai Jam 6 Pagi Dua pendapat itu adalah: 1. Tidak boleh digabung antara niat qadha dan puasa syawal 2. Boleh digabung, tetapi pahala puasa setahun penuh tidak sempurna. Kesimpulan: * Terbaik: Dahulukan qadha lalu lanjutkan puasa syawal. Aman dan pahalanya jelas. * Alternatif: Gabungkan niat qadha dan syawal (tapi keutamaannya kurang). * Jika hutang banyak: Boleh mulai dengan puasa syawal dulu, asal tetap niat untuk qadha setelahnya. "Demikianlah penjelasannya. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dan Syawal dengan sebaik-baiknya," katanya. (yayu) Editor: Yayu