NGERI! Wabah Lalat Serbu Pemukiman di Sukamara Kalteng, Warga Makan dalam Kelambu, Penyakit Mengintai
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, SUKAMARA – Sebuah video viral di Instagram kembali menyita perhatian publik. Rekaman yang diunggah akun @folkkalteng dari @infosukamara memperlihatkan kondisi memprihatinkan akibat wabah lalat yang menyerbu Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Sukamara, Kalimantan Tengah. Wabah ini disebut telah berlangsung lama dan membuat warga hidup dalam keresahan mendalam.
Dalam narasi video tersebut, digambarkan betapa parahnya gangguan lalat di dua wilayah tersebut. Aktivitas sehari-hari warga menjadi sangat terganggu, bahkan untuk makan pun mereka terpaksa masuk ke dalam kelambu agar tidak diserbu lalat.
BACA JUGA:UPDATE Wanita Ini Alami Kecelakaan Mengerikan di Simpang Tiga Kuripan! Polisi Ungkap Penyebabnya
“Bayangkan, makan saja harus di dalam kelambu,” tulis akun tersebut, menggambarkan betapa tidak nyamannya situasi yang dialami warga.
Masalah ini bukan sekadar soal lalat yang beterbangan. Bau menyengat dari kotoran ayam, ancaman penyakit, hingga rusaknya kualitas hidup warga menjadi deretan penderitaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Mirisnya, kondisi ini telah terjadi bertahun-tahun tanpa solusi nyata dari pihak berwenang.
Dugaan kuat mengarah pada pembangunan kandang ayam yang terlalu dekat dengan permukiman penduduk. Ironisnya, sebagian kandang tersebut dibangun tanpa izin resmi, menambah daftar panjang permasalahan yang belum terselesaikan.
Masyarakat memahami bahwa setiap orang berhak berusaha dan membuka usaha peternakan. Namun, hendaknya pembangunan kandang ayam tidak dilakukan sembarangan, apalagi di dekat kawasan padat penduduk.
BACA JUGA:Ngeri! Detik-Detik Hiu Raksasa Serang 40 Awak Kapal, Penjaga Pantai AS Langsung Bertindak
Kesehatan, kenyamanan, dan hak hidup layak adalah milik semua warga. Oleh karena itu, pembangunan semestinya memperhatikan regulasi dan izin resmi, serta mempertimbangkan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar.
Warga berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah serta instansi terkait agar masalah ini segera ditangani secara serius sebelum menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah.(Wartabanjar.com/folkkalteng)
editor: nur muhammad