Aneka Sebutan Idul Fitri di Berbagai Negara Sesuai Bahasa Daerah Masing-masing
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sebentar lagi bulan puasa berakhir, tibalah Idul Fitri.
Idul Fitri di berbagai negara memiliki banyak sebut, sesuai dengan bahasa daerah setempat.
Misal di Indonesia biasa disebut Idul Fitri atau Lebaran, maka di negara-negara lain berbeda lagi sebutannya.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (20/3/2025), ini dia nama lain Idul Fitri di berbagai negara:
1. Lebaran atau Idul Fitri (Indonesia)
Masyarakat Indonesia menyebut hari raya Idul Fitri dengan Lebaran.
Lebaran disebut berasal dari bahasa lokal yang berarti lebar, lapang, yakni menunjukkan kelapangan hati umat Islam untuk saling memaafkan.
Istilah Lebaran juga disebut datang dari kata lebar yang dalam bahasa Jawa berarti setelah, usai, pasca.
Artinya, Lebaran menggambarkan kondisi umat yang sudah selesai menjalankan puasa Ramadhan.
Istilah Lebaran digunakan hampir secara nasional di Indonesia untuk menyebut Idul Fitri.
BACA JUGA: Anjuran Itikaf di Masjid Pada 10 Hari Terakhir Ramadhan, Begini Sejarahnya
2. Seker Bayrami (Turkiye)
Meski masih ada di wilayah geografis yang tidak terlalu jauh dari Arab Saudi, namun ternyata masyarakat Turkiye memiliki istilah berbeda untuk menyebut Hari Raya Idul Fitri, yakni Seker Bayrami.
Bayrami biasa digunakan untuk menyebut libur nasional atau libur keagamaan, sementara Seker Bayrami berarti pesta gula.
Ini karena banyaknya hidangan manis yang disajikan masyarakat pada saat perayaan Idul Fitri.
Perayaan ini biasa dirayakan selama 3 hari terhitung sejak 1 Syawal.
3. Chaand Raat (India)
Istilah ini sesungguhnya tidak digunakan untuk spesifik menyebut Idul Fitri, melainkan malam sebelum Idul Fitri tiba.
Tak hanya di India, istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta "candra" dan "ratri" ini juga familiar digunakan masyarakat di Pakistan dan Bangladesh.
Makna di balik istilah Chaand Raat adalah malam yang terang karena adanya bulan purnama.
Di malam itu, para perempuan menghias tangan dan kaki mereka dengan hena atau pacar, selain itu, beragam makanan juga disajikan.
4. Korité (Senegal)
Idul Fitri bagi masyarakat Senegal dan sebagian besar negara di kawasan Afrika Barat disebut sebagai Korité.
Hari raya Korité dirayakan selama 3 hari oleh masyarakat dengan beragam kegiatan seperti sholat Id, berkumpul bersama keluarga dan teman.
Secara umum, tidak berbeda jauh dengan budaya di Indonesia.
Keluarga di Afrika Barat juga menggunakan pakaian baru untuk merayakan hari raya ini.
Mereka juga melakukan perjalanan mudik ke desa atau asal mereka.
Tak hanya itu, masyarakat setempat juga akan saling bertukar kado dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Untuk merayakannya, umat Islam sana biasanya saling berkirim ucapan selamat dan permohonan maaf kepada keluarga, teman, juga kerabat.
Meminta maaf dan memaafkan memang menjadi inti dari perayaan Idulfitri, dimana seseorang akan kembali kepada kesucian, tidak memiliki dendam atau amarah kepada satu sama lain, setelah sebulan menjalani ujian Ramadhan dan saling memaafkan. (berbagai sumber)
Editor: Yayu