Warga Jalan Pusara Pelaihari Keluhkan Bau Sampah yang Berhamburan di Jalan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Warga di Janan Pusara RT 03, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, mengeluhkan sampah yang berhamburan di badan jalan.
Tumpukan sampah yang tidak terkelola itu telah berlangsung lebih dari sebulan, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap, terutama saat hujan.
Warga setempat, Murni, menjelaskan bahwa saluran air di sekitar lokasi sering tersumbat akibat sampah yang berserakan itu.
Baca juga:Toko Sulthan Mart di Pelaihari Kembali Jadi Sasaran Maling, Kerugian Mencapai Rp 10 Juta
"Apabila hari hujan, banjir selokannya seperti tersumbat, sehingga sampah keluar atau terhambur," jelas Murni, Pada Minggu (16/03/2025).
Meskipun sudah ada upaya untuk berkompromi dengan masyarakat dan rencana untuk memasang CCTV guna mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah, masalah ini belum juga teratasi.
Sampah yang menumpuk di area tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mencemari lingkungan.
"Sebelumnya pernah ditulisi 'jangan dibuang sampah', tapi sekarang pindah ke sini lagi membuangnya," ucap Murni.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya sosialisasi yang dilakukan belum efektif.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Hilmi, mengungkapkan keprihatinan yang sama. Ia menjelaskan bahwa tempat sampah yang ada sudah tidak memadai, sehingga masyarakat terpaksa membuang sampah sembarangan.
"Ada tempatnya, namun jauh di dekat GOR. Sampah yang banyak itu harus dibuang ke kontainer, sehingga dibiarkan saja sampai sekarang," ungkap Hilmi.
Ketua RT menambahkan, bahwa ia tidak bisa memantau semua aktivitas pembuangan sampah, namun banyak warga yang melaporkan bahwa pelaku pembuangan adalah orang luar.
"Kami mendengar bahwa pemerintah yang mengambil tempat sampah, tetapi saya tidak bisa memastikan," katanya.
Warga juga mengeluhkan bahwa mereka harus berjalan jauh untuk membuang sampah ke GOR, sementara di sekitar mereka, tumpukan sampah semakin menggunung.
Hanafi, seorang warga lainnya, menambahkan bahwa sampah yang tidak dikelola itu juga menimbulkan rasa risih bagi warga.
"Kami risih melihat sampahnya, terutama baunya. Sampah itu rancak jua buhan kami pinggirakan, kada banyak jua pang, tapi kena ya pulang tahambur."
Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya oknum yang membuang sampah di Jalan Abadi, meskipun sudah ada plang peringatan.
"Kasihan rumah yang dekat di situ," tambah Ketua RT, Hilmi
Sebagai langkah awal, warga berharap agar laporan ini dapat diteruskan kepada pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (LH), untuk mencari solusi yang lebih permanen.
Baca juga:Harga Kelapa di Pelaihari Melambung
Mereka juga mengusulkan agar dibangun kembali tempat pembuangan sampah yang memadai, meskipun ada kekhawatiran bahwa warga dari RT sebelah mungkin tidak setuju dan tetap akan membuang sampah sembarangan.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan ini, diharapkan tindakan tegas dapat diambil untuk mengatasi masalah pembuangan sampah di Jl Pusara dan sekitarnya, demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat.(Gazali)
Editor: purwoko