4 Alasan Pentingnya Menuntaskan Amalan Jelang Ramadan Berakhir
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Ramadan telah memasuki pertengahan bulan, yang artinya tinggal setengahnya kita akan berpisah dengan bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Mengutip dari khutbah Jumat KH M Firdaus BA MA PhD, anggota Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang yang dilansir MUI Digital, Ramadan diibaratkan seperti tamu yang agung, datang menyapa kita dengan membawa banyak kemulian dan kebaikan.
Allah menjanjikan di dalamnya ampunan dosa, membebaskan hamba-hambaNya yang beriman dari neraka.
Setiap amal kebaikan dilipat gandakan, peluang dan potensi beramal baik pun dimudahkan, karena pada bulan ini Allah SWT membuka seluruh pintu-pintu surga, sehingga fitrah orang-orang yang beriman akan bersegera menyambut setiap amal yang akan mendekatkan dia kepada-Nya.
Setan dan jin pendurhaka pun dibelenggu, sehingga bisikan-bisikan buruk mereka tidak mengotori amal dan ibadah hamba-hamba Allah yang beriman.
Masih mengutip dari MUI Digital, dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Pada malam pertama Ramadlan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam Ramadlan." (HR at-Tirmidiz dan Ibnu Majah).
Hadits di atas mengisyaratkan bahwasanya Ramadhan bukanlah bulan yang biasa-biasa saja, kemulian yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.
Saat ini kita sudah berada pada pengujung Ramadhan, tidak lama lagi ia akan pergi meninggalkan kita. Maka, jadikanlah perpisahan kita dengan Ramadhan menjadi perpisahan yang terindah, dengan menuntaskan amal-amal saleh yang kita lakukan di dalamnya.
Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam mencontohkan kepada kita seperti apa yang beliau lakukan pada hari-hari pengujung Ramadhan. Ummul Mukminin menceritakan kepada kita:
“Rasulullah saw jika memasuki sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, mengencangkan sarungnya, dan menghidupkan malam-malamnya, serta membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Beberapa alasan mengapa kita harus menuntaskan amal ibadah kita di hari-hari terakhir Ramadhan, di antaranya :
1. Memastikan bukan golongan mereka yang gagal pada Ramadhan.
Hari-hari di pengujung Ramadhan seperti halnya ‘injury time’, seorang muslim hendaklah semakin bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan ibadahnya, karena saat ini merupakan kesempatan kita untuk menutup kekurangan ibadah kita pada hari-hari sebelumnya.
Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam pernah menyebutkan tiga golongan yang paling merugi, di antara mereka ialah yang tidak memanfaatkan kesempatan bulan ini untuk sebagai penggugur dari dosa-dosanya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, ‘Celakalah seseorang, (saat) aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. Dan celakalah seseorang, Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orang tuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya).” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Setiap amal akan di nilai dengan seperti apa sesorang mengakhirinya.
Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam bersabda: Dari Sahal bin Sa'ad RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amalan-amalan (seorang hamba) itu tergantung pada amalan-amalan penutupnya.” (HR Bukhari Muslim).
3. Menggambarkan kemurnian fitrah
Ketika kedatangan Ramadhan begitu dirindukan, maka mengoptimalkan ibadah dan menuntaskannya merupakan sebaik-baik perpisahan. Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam memerintahkan kita khusu’ dalam beribadah dengan membayangkan seakan-akan itu adalah ibadah terakhirnya.
Mengingat kematian dalam ibadah, menjadikan kita terus berusaha untuk memperbaiki ibadah, karena kita mengkhawatirkan itu merupakan ibadah terakhir.
"Shalatlah seperti seseorang yang hendak berpisah, seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu. Berhentilah berharap pada apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan hidup kaya. Dan hindarilah segala hal yang bisa kamu beri alasan untuknya." (HR Baihaqi)
4. Untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qodar
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“...Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil....”
Semoga Allah SWT membimbing kita semua selalu ingat kepadaNya, bersyukur atas nikmatNya dan memperbaiki ibadah kepadaNya. Semoga Allah SWT kembali mempertemukan kita dengan Ramadhan di tahun yang akan datang . Aamiin. (Berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi