Sementara itu, Kepala Satgas Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sudah 1 tahun ini mengawal PSN Cetak Sawah 1, 1 Jt Hektar di merauke yg sehari hari di lapangan bersama para Petani Merauke guna mewujudkan merauke sebagai lumbung pangan nasional.
Khususnya pada Panen Raya Perdana di lahan Cetak Sawah Pertama Kali di Kampung Kaliki mengatakan bahwa rata-rata produktivitas di sana mencapai 3,8 ton GKP per hektare setara 2,7 Ton beras.
“Ini capaian yang luar biasa dan sangat membanggakan karena sejak pembukaan lahan sd Panen Raya Perdana Kami yang mendampingi para petani Kampung Kaliki yg baru pertama kali belajar bercocok tanam padi, semua kegiatan olah lahan, tanam dilakukan oleh orang asli Papua.
Kita patut bersyukur karena , terbukti bahwa Orang Asli Papua yang baru belajar bercocok tanam padi dapat berhasil Panen Raya Perdana dengan hasil yg melimpah, sehingga menggugurkan isu isu yg tdk benar kalau orang asli papua tidak bisa bercocok tanam padi” katanya.
Menurut Rizal, varietas benih yang ditanam pada sebagian lahan cetak sawah ini menggunakan benih lokal yaitu padi Dodo ero dan sebagian petani yang menggunakan benih onpari 32 bantuan dari kementrian pertanian, Adapun sitem tanamnya dengan sistem tanam hambur (tabela).
“Berikutnya kami berharap agar mereka dilakukan pendampingan berkelanjutan sehingga ke depan apa yang kita harapkan bersama yaitu swasembada dapat tercapai,” katanya.







