Program Cetak Sawah di Merauke Catat Sejarah, Warga Kaliki Gembira Sambut Panen Raya untuk Pertama Kalinya

“Semua ini kita lakukan bersama demi Indonesia yang lebih kuat dan terwujudnya swasembada pangan,” tegas Mentan.

Sekretaris Kampung Kaliki, Nathan Ndiken menyatakan rasa syukurnya atas progres pembangunan cetak sawah yang dilakukan pemerintah di tanah kelahirannya Papua Selatan. Baginya, cetak sawah adalah jalan Indonesia menuju kejayaan.

“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Ini bukan hanya tentang panen, tetapi juga tentang perubahan besar bagi masyarakat kami menuju Indonesia jaya,”katanya.

Untuk diketahui, cetak sawah ini merupakan bagian dari program percepatan tanam yang dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada. Program ini dimulai sejak Oktober 2024, dengan melibatkan masyarakat lokal yang mayoritas sebelumnya berprofesi sebagai pemburu dan kini beralih menjadi petani.

Sementara itu, Kepala Satgas Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sudah 1 tahun ini mengawal PSN Cetak Sawah 1, 1 Jt Hektar di merauke yg sehari hari di lapangan bersama para Petani Merauke guna mewujudkan merauke sebagai lumbung pangan nasional.

Khususnya pada Panen Raya Perdana di lahan Cetak Sawah Pertama Kali di Kampung Kaliki mengatakan bahwa rata-rata produktivitas di sana mencapai 3,8 ton GKP per hektare setara 2,7 Ton beras.

“Ini capaian yang luar biasa dan sangat membanggakan karena sejak pembukaan lahan sd Panen Raya Perdana Kami yang mendampingi para petani Kampung Kaliki yg baru pertama kali belajar bercocok tanam padi, semua kegiatan olah lahan, tanam dilakukan oleh orang asli Papua.
Kita patut bersyukur karena , terbukti bahwa Orang Asli Papua yang baru belajar bercocok tanam padi dapat berhasil Panen Raya Perdana dengan hasil yg melimpah, sehingga menggugurkan isu isu yg tdk benar kalau orang asli papua tidak bisa bercocok tanam padi” katanya.

Menurut Rizal, varietas benih yang ditanam pada sebagian lahan cetak sawah ini menggunakan benih lokal yaitu padi Dodo ero dan sebagian petani yang menggunakan benih onpari 32 bantuan dari kementrian pertanian, Adapun sitem tanamnya dengan sistem tanam hambur (tabela).

“Berikutnya kami berharap agar mereka dilakukan pendampingan berkelanjutan sehingga ke depan apa yang kita harapkan bersama yaitu swasembada dapat tercapai,” katanya.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur + Wakil Gubernur Papua Selatan,Bupati + Wakil Bupati, Anggota Komisi IV DPR RI bpk Sulaiman Hamzah, Ketua BP2 OKP Yosep Yolmen, 600 masyarakat Kaliki, serta 1 SSK Yonif 801. Mereka ikut merasakan pengalaman panen menggunakan combine harvester yang disediakan oleh Kementan.

“Secara umum acara berjalan dengan aman tertib, lancar dan bahkan para kepala daerah beserta Muspida berkesempatan mencoba panen menggunakan combaine harvester,” jelasnya.

Dengan semangat bersama wujudkan merauke sebagai lumbung Pangan Nasional. (Erna Djedi/rls)