WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Suasana haru menyelimuti para suporter saat acara nonton bareng (nobar) pertandingan Barito Putera vs Arema FC di Toko Kopi MAE, Banjarmasin, Kamis (13/3/2025) malam. Kekalahan 2-4 membuat Laskar Antasari semakin terancam di zona degradasi Liga 1. Arema FC Menggila, Barito Putera Kesulitan Mengejar Pertandingan pekan ke-27 Liga 1 yang digelar di Stadion Soepriadi berlangsung sengit sejak awal. Arema FC tampil agresif dengan intensitas tinggi, menekan lini pertahanan Barito Putera sejak peluit awal dibunyikan. Gol pertama Arema FC dicetak oleh Dalberto pada menit ke-23. Lima menit berselang, Dedik Setiawan menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0. Barito Putera mencoba bangkit melalui gol Matias Mier di menit ke-35, tetapi Singo Edan kembali memperlebar jarak lewat aksi Charles Lokolingoy di menit ke-40. Memasuki babak kedua, Arema FC harus bermain dengan 10 orang setelah Thales diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras pada menit ke-54. Namun, meski kekurangan pemain, Arema justru menambah keunggulan lewat gol Salim Tuharea di menit ke-74. Barito Putera baru bisa mencetak gol kedua mereka di menit ke-84 melalui sepakan Eksel Runtukahu, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Arema FC. BACA JUGA: Lucas Morelatto Resmi Perpanjang Kontrak di Barito Putera, Bagian Strategi Jangka Panjang Barito Putera Makin Terancam di Zona Degradasi Dengan hasil ini, Barito Putera tetap berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan 29 poin. Sementara itu, Arema FC naik ke peringkat keenam dengan koleksi 42 poin, menyalip Borneo FC, PSM Makassar, dan Bali United. CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Selatan atas hasil buruk yang diraih timnya. "Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Banua karena belum bisa mempersembahkan kemenangan," ujar Hasnuryadi yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Ia berharap dukungan penuh dari masyarakat agar tim bisa segera bangkit di laga-laga berikutnya. Target 40 Poin untuk Bertahan di Liga 1 Dengan tujuh pertandingan tersisa—tiga kandang dan empat tandang—Hasnuryadi menargetkan Barito Putera bisa mengumpulkan minimal 40 poin agar tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Kami harus bisa memanfaatkan laga-laga tersisa untuk meraih poin sebanyak mungkin," ucapnya. Pelatih Victor Ferreira akan segera melakukan evaluasi mendalam atas kekalahan ini, terutama karena Barito Putera gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat Arema bermain dengan 10 orang. "Kami harus segera memperbaiki banyak aspek, terutama penyelesaian akhir dan organisasi pertahanan. Saat lawan bermain dengan 10 pemain, seharusnya kami bisa lebih agresif mengejar ketertinggalan," tambahnya. Dengan kondisi pemain yang menjalani ibadah Ramadan, menanti kelahiran anak, dan ada yang mendapat panggilan tim nasional, Victor berupaya menyusun program latihan yang efektif untuk menjaga performa tim di sisa musim ini. Harapan Baru di Sisa Musim Para suporter berharap Barito Putera bisa bangkit dan meraih hasil lebih baik di pertandingan mendatang. Dengan tekad kuat dan dukungan penuh dari masyarakat Banua, Laskar Antasari masih memiliki peluang untuk bertahan di Liga 1 musim depan.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar) editor: nur muhammad