Alasan Kenapa Doa Lebih Istimewa Saat Dipanjatkan di Bulan Puasa

WARTABANJAR.COM – Di setip bulan Ramadan mat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah dan mempertebal keimanan, mengingat ganjaran yang diberikan, sebagimana dijanjikan Allah, akan berlipat ganda.

Demikian juga doa-doa, yang merupakan salah satu ibadah, yang mendapat janji dari Allah akan dikabulkan saat dipanjatkan di bulan Ramadan dan dalam keadaan berpuasa.

Dalam sebuah hadits, Nabi menjelaskan:”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Usaha kita dalam berdoa, selain untuk mengharapkan pengabulan, juga merupakan bentuk ibadah. Doa adalah bukti sekaligus pernyataan diri kita kepada Allah SWT.

Doa yang dipanjatkan pada bulan Ramadhan lebih mustajab karena beberapa alasan istimewa.

Berikut tulisan Ustadzah Besse Herlina Taha, Mahasiswi Universitas PTIQ Jakarta dan PKUMI Masjid Istiqlal melalui kolom di NU Online:

Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Kedua, puasa yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Doa yang dipanjatkan saat sahur, selama berpuasa, maupun saat berbuka puasa memiliki keutamaan tersendiri.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR. Ibnu Hibban).

Dalam konteks ayat-ayat puasa yang menekankan pentingnya berdoa di bulan Ramadhan, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Orang yang sedang berpuasa berada dalam kondisi ketaatan dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa demi Allah.