Kedua, puasa yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Doa yang dipanjatkan saat sahur, selama berpuasa, maupun saat berbuka puasa memiliki keutamaan tersendiri.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR. Ibnu Hibban).
Dalam konteks ayat-ayat puasa yang menekankan pentingnya berdoa di bulan Ramadhan, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Orang yang sedang berpuasa berada dalam kondisi ketaatan dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa demi Allah.
Oleh karena itu, ibadah puasa memiliki keutamaan khusus yang menjadikan doa lebih mustajab.
Seorang Muslim yang berdoa kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, tanpa ada sesuatu yang dapat menghalangi terkabulnya doa, maka akan dikabulkan.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits:”Doa seorang hamba akan terus dikabulkan selama ia tidak berdoa dengan dosa atau memutuskan silaturahmi.” (HR. Muslim)
Ketiga, terdapat malam Lailatul Qadr, yang dikenal sebagai malam terbaik dalam kehidupan.







