Menurut ulama hakikat, diterimanya amal itu ditandai oleh sampainya amal kepada yang dituju.
Mereka menyadari bahwa tujuan puasa adalah meniru salah satu akhlak Allah dan sifat para malaikat-Na. Tidak makan, tidak minum, dan tidak mengumbar hawa nafsu.
Ketika seorang hamba sudah mampu menahan hawa nafsu dan mengendalikan keinginan syahwatnya, maka martabatnya akan ditinggikan, bahkan lebih tinggi dari derajat para malaikat.
Sebaliknya, jika hamba tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, tidak mampu memfungsikan hati, mata, dan pendengarannya, maka bisa saja ia lebih hina dari makhluk tak berakal.
Demikian seperti yang diungkap dalam surah Al-A’raf [7]: 179. Semoga kita diberi kemampuan untuk mempuasakan seluruh anggota tubuh kita, baik anggota zahir maupun yang batin.
Mudah-mudahan dengan berpuasa, kita semua berhasil meraih derajat takwa dan sukses meraih ridha Allah SWT. (Berbagai sumber/NU Online)







