Selanjutnya anggota tubuh yang harus kita jaga adalah tangan dan kaki dari segala perkara yang terlarang. Tak terkecuali perut dari makanan yang syubhat apalagi yang haram pada saat sahur dan berbuka. Sebab, apa artinya berpuasa, jika kita berbuka dengan makanan yang tak halal.
Dalam berpuasa, jangankan yang tidak halal, yang halal pun dibatasi dan tidak boleh berlebihan.
Sebab, perkara yang berlebihan itu selanjutnya akan mencelakakan. Di sini kita harus ingat bahwa salah satu tujuan puasa adalah mengurangi makanan yang halal dan meninggalkan yang haram.
Puasa kita jangan sampai termasuk yang disampaikan Rasulullah SAW : “Banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapat bagian apa-apa dari puasanya selain haus dan lapar,” (HR. An-Nasa’i).
Terakhir, anggota tubuh yang wajib kita ajak berpuasa adalah hati. Di hadapan anggota tubuh lainnya, diibaratkan oleh Al-Ghazali adalah raja.
Saat berpuasa, hati diajak berpuasa dari memikirkan perkara yang sia-sia, bersifat duniawi, menjauhkan diri dari Allah.
Sebaliknya, saat berpuasa hati harus selalu diajak ingat dan dekat dengan Dzat yang memerintah puasa, yakni Allah SWT. Usai berbuka, dalam hati pasrahkan puasa kita kepada Allah.
Di samping berharap rahmat dan ridha-Nya, hati kita juga harus memiliki rasa takut dan waswas.
Takut jika puasa kita ditolak dan jauh dari diridhai-Nya. Dan perasaan ini, sebaiknya tidak hanya dalam ibadah puasa saja, tetapi dalam setiap kita usai menjalankan ibadah.







