Dalam berpuasa, jangankan yang tidak halal, yang halal pun dibatasi dan tidak boleh berlebihan.
Sebab, perkara yang berlebihan itu selanjutnya akan mencelakakan. Di sini kita harus ingat bahwa salah satu tujuan puasa adalah mengurangi makanan yang halal dan meninggalkan yang haram.
Puasa kita jangan sampai termasuk yang disampaikan Rasulullah SAW : “Banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapat bagian apa-apa dari puasanya selain haus dan lapar,” (HR. An-Nasa’i).
Terakhir, anggota tubuh yang wajib kita ajak berpuasa adalah hati. Di hadapan anggota tubuh lainnya, diibaratkan oleh Al-Ghazali adalah raja.
Saat berpuasa, hati diajak berpuasa dari memikirkan perkara yang sia-sia, bersifat duniawi, menjauhkan diri dari Allah.
Sebaliknya, saat berpuasa hati harus selalu diajak ingat dan dekat dengan Dzat yang memerintah puasa, yakni Allah SWT. Usai berbuka, dalam hati pasrahkan puasa kita kepada Allah.
Di samping berharap rahmat dan ridha-Nya, hati kita juga harus memiliki rasa takut dan waswas.
Takut jika puasa kita ditolak dan jauh dari diridhai-Nya. Dan perasaan ini, sebaiknya tidak hanya dalam ibadah puasa saja, tetapi dalam setiap kita usai menjalankan ibadah.
Menurut ulama hakikat, diterimanya amal itu ditandai oleh sampainya amal kepada yang dituju.
Mereka menyadari bahwa tujuan puasa adalah meniru salah satu akhlak Allah dan sifat para malaikat-Na. Tidak makan, tidak minum, dan tidak mengumbar hawa nafsu.
Ketika seorang hamba sudah mampu menahan hawa nafsu dan mengendalikan keinginan syahwatnya, maka martabatnya akan ditinggikan, bahkan lebih tinggi dari derajat para malaikat.
Sebaliknya, jika hamba tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, tidak mampu memfungsikan hati, mata, dan pendengarannya, maka bisa saja ia lebih hina dari makhluk tak berakal.
Demikian seperti yang diungkap dalam surah Al-A’raf [7]: 179. Semoga kita diberi kemampuan untuk mempuasakan seluruh anggota tubuh kita, baik anggota zahir maupun yang batin.
Mudah-mudahan dengan berpuasa, kita semua berhasil meraih derajat takwa dan sukses meraih ridha Allah SWT. (Berbagai sumber/NU Online)







