Mengajak Semua Anggota Tubuh Berpuasa

Ingatlah bahwa sejatinya penglihatan adalah salah satu panah Iblis, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Pandangan itu salah satu panah beracun milik Iblis yang dikutuk oleh Allah. Siapa saja yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Dia akan mendatangkan keimanan kepadanya sehingga akan mendapatkan manisnya keimanan dalam hatinya,” (HR. Al-Hakim).

Anggota tubuh selanjutnya yang harus diajak berpuasa adalah lisan. Pada saat berpuasa, lisan pun harus mendukung keberadaan puasa kita, bahkan sebaiknya menyempurnakan puasa.

Adapun maksud puasa lisan adalah puasa dari ucapan yang sia-sia, perkataan dusta, fitnah, kotor, kasar, termasuk senda gurau yang berlebihan yang dapat menyakitkan dan menimbulkan permusuhan dengan sesama.

Jika lisan sudah mampu diajak puasa, maka puasa sejalan dengan apa yang disampaikan Baginda Rasul SAW: “Puasa itu ibarat tameng. Maka jika salah seorang saja di antara kalian berpuasa, maka janganlah berbuat keji dan jahil. Dan jika ada orang yang memerangi atau mencelamu, maka sampaikan, ‘Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.’” (HR Abu Dawud)

Anggota tubuh selanjutnya adalah pendengaran. Di bulan Ramadhan ini, pendengaran kita harus diajak berpuasa. Berpuasa dari mendengarkan kata-kata yang keji dan kotor.

Walau hanya mendengar, namun ingat bahwa dosanya sama dengan orang yang mengucapkannya. Demikian sebagaimana yang pernah disampaikan Rasulullah SAW : “Orang yang mengumpat dan orang mendengarkannya adalah sama-sama dalam dosanya,” (HR. Ath-Thabrani).