UPDATE Penganiayaan di SDIT Ukhuwah Banjarmasin: VIRAL: Alint Desak Tindakan Tegas Pelaku Bullying
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebuah insiden bullying yang terjadi di SD Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah Banjarmasin kembali mengundang perhatian masyarakat. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan tiga siswa menganiaya teman mereka di depan ruang kelas pada Jumat (21/2/2025).
Kronologi Kejadian
Dalam video rekaman, terlihat salah satu siswa SD berbadan kecil dicekik, dibanting, dipukul, dan ditendang oleh tiga teman sekelasnya, salah satunya dengan postur tubuh yang lebih besar. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami beberapa lebam di tubuh dan kini menderita trauma berat sehingga enggan kembali ke sekolah. Padahal, korban merupakan siswa berprestasi yang pernah meraih juara 1 dalam National Robotics Competition di Singapura pada 2024.
Reaksi Orang Tua dan Tuntutan Penegakan Hukum
Orang tua korban, Reza Febiardi, yang sempat menyaksikan rekaman penganiayaan tersebut, mengaku syok dan tidak tega atas perlakuan terhadap anaknya. Reza menuntut pihak sekolah untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku kekerasan.
Karena dianggap kurangnya itikad baik orang tua pelaku dari pihak sekolah dalam menangani insiden tersebut, orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Polresta Banjarmasin dan Dinas PPA setempat.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsefa melalui Kanit PPA Ipda Partogi Hutahaean, laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak di sekolah tersebut telah diterima dan saat ini dalam proses penyelidikan. "Hari ini, kami telah meminta keterangan dari pelapor dan korban," ujar Ipda Partogi.
Respons Masyarakat dan Netizen
Insiden ini juga memicu reaksi keras di dunia maya. Banyak netizen menginginkan agar pelaku mendapatkan sanksi yang lebih berat, seperti dikeluarkan dari sekolah. Salah satu video reaksi netizen yang viral mengungkapkan kekecewaan karena sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku hanya berupa diskusi selama lima hari dan pemindahan kelas.
Netizen Alint Markani, seorang tokoh publik Banjarmasin yang kerap vokal terhadap isu-isu sosial seperti diunggah akun Instagram @pemburu_balu mempertanyakan mengapa tindakan yang diambil tidak lebih tegas, mengingat dampak trauma yang diderita korban.
Berikut sekelumit ucapan Alint yang menyoroti kasus kekerasan fisik di SDIT Ukhuwah Banjarmasin, ia menyatakan:
"Guys, kalian udah baca berita ini belum? Perundungan terjadi lagi di Banjarmasin, tepatnya di SDIT Ukuah. Korbannya kelas 5 SD dan pelaku juga di kelas yang sama. Korban itu dipukul, ditendang, dicekik, dan dibanting yang akhirnya membuat korban itu trauma".
"Dan kalian tau, apa sanksi dari pihak sekolah untuk pelaku? Cuma diskursi selama 5 hari dan dipindahkan kelasnya. Lo bisa bayangin gak sih? Korban itu trauma dan gak mau turun sekolah. Gara-gara diperlakukan seperti itu".
"Tapi pelakunya cuma dipindahkan kelas. Kan masih ketemu karena masih satu sekolah. Kenapa gak disuruh pindah sekolah aja sih pelakunya? Dan sayangnya kenapa pihak sekolah itu mengambil keputusan sepihak yang membuat orang tua korban itu akhirnya kecewa".
"Tapi untuk kasus ini udah ditangani pihak kepolisian karena orang tua korban sudah melapor. Dan untuk orang tua pelaku ini katanya bisa dibilang berpengaruh. Jadi tugas netizen tau kan apa? Setelah berita ini sudah meluncur ke permukaan netijen ternyata banyak yang speak up bahwa ada beberapa anaknya sekolah disitu mengalami hal serupa".
Upaya Penyelesaian
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian, dan proses penyelidikan sedang berlangsung. Masyarakat berharap pihak sekolah dan aparat penegak hukum dapat segera memberikan keadilan kepada korban serta menerapkan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah dan penegakan disiplin yang adil demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam lingkungan pendidikan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad