Hadis dari Nafi’ dan Ibnu Umar menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jadikanlah salat witir sebagai akhir salatmu di malam hari,” (HR. Muslim).
Para ulama berpendapat bahwa isi hadis ini adalah anjuran, bukan kewajiban. Dengan demikian, seorang muslim tetap dapat melaksanakan salat tahajud meskipun sudah menjalankan salat witir.
Waktu Pelaksanaan Salat Tahajud di Bulan Ramadan
Waktu terbaik untuk salat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 01.00 dini hari hingga sebelum subuh. Meski demikian, salat ini juga bisa dilakukan di awal atau pertengahan malam.
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan salat malam dan tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bervariasi setiap malam. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu, melainkan menyesuaikan dengan keadaan.
Syarat utama sebelum salat tahajud adalah tidur terlebih dahulu. Pelaksanaannya minimal dua rakaat dan maksimal tidak terbatas, selama memenuhi persyaratan.
Tata Cara Salat Tahajud di Bulan Ramadan
Salat tahajud memiliki keutamaan besar karena dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah. Dalam surah Al-Isra ayat 79, Allah berfirman:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji,” (QS. Al-Isra [17]: 79).
Cara melaksanakan salat tahajud di bulan Ramadan tidak berbeda dengan hari-hari lainnya. Namun, jika sudah menjalankan witir setelah tarawih, tidak perlu mengulang witir lagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:







