WARTABANJAR.COM – Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan menjadi bagian dari qiyamul lail pada malam-malam bulan Ramadan. Umat Islam umumnya melaksanakan tarawih secara berjamaah di masjid.
Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua orang dapat mengikuti tarawih berjamaah karena adanya uzur atau halangan. Karena itu, banyak muncul pertanyaan saat Ramadan:
Tarawih sendiri di rumah apakah boleh? Apakah tarawih sah jika dilakukan tanpa berjamaah?
Berikut penjelasan lengkap berdasarkan keterangan para ulama.
Hukum Shalat Tarawih
Dilansir dari NU Online, ulama besar asal Suriah, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:
التراويح سنة مؤكدة للرجال والنساء لمواظبة النبي ﷺ والخلفاء الراشدين عليها
Artinya:
“Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkad bagi laki-laki maupun perempuan, karena Nabi ﷺ dan para Khulafaur Rasyidin senantiasa melaksanakannya.”
(Wahbah Az-Zuhaili, Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Juz II, hlm. 34)
Dari keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa shalat tarawih termasuk sunnah muakkad, yakni ibadah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan.
Hukum Shalat Tarawih Sendirian di Rumah
Masih dalam kitab yang sama, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan hukum tarawih berjamaah dan sendiri:
والجماعة فيها سنة على الكفاية في الأصح… وتؤدى أيضًا فرادى، والأفضل فيها الجماعة
Artinya:
“Tarawih berjamaah hukumnya sunnah kifayah menurut pendapat yang paling kuat… Tarawih juga boleh dilakukan sendirian (munfarid), namun yang lebih utama adalah berjamaah.”
(Az-Zuhaili, II/34)
Maka jawaban pertanyaannya:
Tarawih sendiri di rumah boleh dan sah.
Tarawih tanpa berjamaah diperbolehkan, tetapi berjamaah lebih afdhal.
Kapan Tarawih Sendiri Diperbolehkan?
Menurut buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah, tarawih sendirian relevan bagi orang yang memiliki uzur, seperti:
Sedang sakit atau kondisi fisik lemah
Menjaga anak kecil di rumah
Cuaca buruk atau kondisi perjalanan sulit







