WARTABANJAR.COM, MARABAHAN - Wakil Kepala (Waka) Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari memantau langsung proses cek kesehatan gratis di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemantauan dilakukan di tiga titik, yakni di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, Puskesmas Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan terkahir di Puskesmas Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Qodari mengatakan, kedatangannya kali ini untuk monitoring program Presiden RI, Prabowo Subianto, yakni cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Lebih lanjut, kata Qodari, untuk di Puskesmas Anjir Pasar sendiri ini sudah menjalankan cek kesehatan gratis. “Alhamdulillah, semua proses yang ada di SOP itu sudah dijalankan semuanya,” ujar Waka Staf Kepresidenan. Disamping itu, Qodari menilai, kalau untuk tenaga media yang ada di Kabupaten Batola ini cukup kreatif dalam menjalankan program cek kesehatan gratis. “Jadi teman-teman di Batola ini cukup kreatif, karena memang tema program ini ulang tahun, jadi mereka membuat pernak pernik ulang tahun, pasien juga diberikan sertifikat, hasil ters, foto dan juga suvenir,” ucap Qodari. Qodari menuturkan, yang menjadi masukan yang akan dibawa ke pusat adalah bagaimana caranya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program tersebut. “Jadi nanti mungkin bisa memalui bidam desa, karena bidan desa itu bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan kemudian yang kita jajaki itu kemungkinan dari puskesmas itu bisa jemput bola,” tutur Qodari. “Jadi tidak sepenuhnya menunggu pasien atau masyarakat yang datang, tetapi dari puskesmas bisa mengingatkan masyarakat,” lanjutnya. Ia berharap, program ini bisa diimplementasikan secara maksimal secepatnya, agar status kesehatan masyarakat Indonesia bisa diketahui secara cepat. “Karenakan ini paradigma baru dalam dunia kesehatan, dari kuratif menjadi preventif dan promotif. Sebelumnya penyakit itu parah, jadi sudah bisa diantisipasi lebih dulu,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugimin menuturkan, kunjungan dari Waka Staf Kepresidenan ini mejadi semangat bagi Kabupaten Batola. “Untuk program cek kesehatan gratis untuk di Batola sudah mulai dijalankan. Jadi untuk semua puskesmas kita wajibkan untuk menjalankan program tersebut,” tutur Sugimin. Sugimin menjelaskan, seluruh puskesmas juga diminta untuk membuat sosialisasi berupa video, mulai dari kapan pasien harus datang, tata cara pemeriksaan, pelayanan apa saja yang didapatkan, dan yang lainnya. “Sehingga mereka sebelum ke puskesma bisa mendapat gambaran utuh apa yang harus dilakukan dan apa yang dia dapat saat mengikuti program tersebut di puskesmas,” jelas Sugimin. Sugimin juga mengungkapkan, dalam menjalankan program tersebut, pihaknya sempat terkendala dengan data penduduk. “Jadi untuk masyarakat yang umurnya sudah tua itu banyak yang lupa tanggal lahirnya, dan untuk saat inikan data dukcapil masih di kabupaten, jadi puskesmas masih belum punya data itu,” ungkap Sugimin. “Tapi sesuai arahan Waka Staf Kepresidenan tadi, kita bisa berkoordinasi dengan dukcapil agar puskemas bisa mendapatkan data penduduk. Sehingga dengan data tersebut puskesmas bisa jemput bola untuk mendatangi masyarakat untuk memberikan sosialisasi terkait program tersebut,” pungkasnya. (Iqnatius) Editor Restu