TPA Basirih Disegel! DLH Banjarmasin Siapkan 69 Titik Pemilahan Sampah untuk Atasi Krisis
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih disegel, Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat dengan menyiapkan 69 titik pemilahan sampah yang tersebar di 52 kelurahan. Langkah ini diambil sebagai respons atas status Tanggap Darurat Sampah yang kini tengah diberlakukan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menjelaskan bahwa pemilahan sampah ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA Regional Banjarbakula. Dengan strategi ini, hanya sekitar 20 persen residu sampah yang akan diangkut ke TPA, sementara sisanya dikelola langsung di tingkat kelurahan.
"Rencana ada 69 titik pemilahan dan pengurangan sampah. Kami berharap kelurahan bisa menjalankan upaya ini agar sampah yang dibuang hanya sekitar 20 persen, sisanya bisa dikelola," ujar Alive pada Jumat (7/2/2025).
DLH Siapkan Anggaran
Demi mempercepat realisasi program ini, DLH Banjarmasin telah menyiapkan anggaran penanggulangan sampah melalui Belanja Tak Terduga (BTT). Selanjutnya, dalam enam bulan ke depan, program ini akan dianggarkan langsung melalui masing-masing kelurahan.
Alive juga menegaskan bahwa jika sistem pemilahan sampah ini berjalan optimal, maka volume sampah di Banjarmasin bisa berkurang hingga 80 persen. Saat ini, produksi sampah di kota ini mencapai 600 ton per hari, dengan mayoritas berasal dari rumah tangga.
"Sampah rumah tangga adalah penyumbang terbesar. Kalau pemilahan berhasil, maka pengurangan sampah akan terlihat signifikan," jelasnya.
Dukungan dari Restoran, Kafe, Hotel, dan Pasar
Selain dari rumah tangga, upaya pemilahan sampah juga akan didorong di sektor restoran, kafe, hotel, serta pasar tradisional. Para pelaku usaha di sektor ini diminta untuk mengelola sampah organik secara mandiri, termasuk limbah makanan yang masih bisa diolah kembali.
"Pasar dan pelaku usaha di Banjarmasin juga siap melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mereka sendiri, terutama untuk sisa-sisa makanan dan sampah organik," pungkas Alive.
Dengan langkah strategis ini, diharapkan krisis sampah di Banjarmasin bisa diatasi dengan lebih efektif. Kini, tantangannya adalah bagaimana masyarakat dan pelaku usaha dapat berperan aktif dalam upaya pemilahan dan pengelolaan sampah agar kota tetap bersih dan nyaman. (Wartabanjar.com/Thania Ang)
editor: nur muhammad