TPA Basirih Disegel, Pemulung Mengeluh Tak Lagi Dapatkan Barang Bekas

Ia cuma bisa berharap pemerintah dapat memberikan solusi terhadap masalah tersebut.

“Di sini ada ratusan pemulung yang terdampak, semoga ada solusi dari pemerintah terhadap nasib kami ini,” harapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh pemulung lain, Ratu, yang juga sudah 10 tahun mencari barang bekas dengan tanggungan satu cucu untuk ongkos biaya sekolah.

“Biasanya mencari barang bekas dari jam 8 pagi sampai 4 sore, yang mana mendapat penghasilan sekitar 25-30 ribu,” ucap Ratu.

Ia berharap semoga ada solusi terbaik dari pemerintah untuk masalah penutupan ini.

“Tidak bisa membayangkan kalau besok sudah tidak boleh lagi masuk ketempat TPA Basirih ini,” pungkasnya. (Riska)

Editor: Erna Djedi