WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Para pengungsi yang terdampak banjir di Gambut, Kabupaten Banjar mulai meninggalkan lokasi pengungsian, baik yang mengungsi di blok Pasar Gambut Baru serta Gedung Pemuda. Lurah Gambut, Akhmad Syaukani mengatakan, banjir sudah mulai surut di sekitar Kelurahan Gambut sehingga para pengungsi sudah bisa kembali ke rumah. "Untuk wilayah gambut banjir mulai surut, serta pengungsi sudah balik ke rumah masing-masing. Rata-rata kedalaman air yg masih menggenang dalam rumah warga yang terdampak sekitar kisaran 15-20 sentimeter," ucap Akhamd Syaukani, Minggu (02/02/2025). Seminggu lalu, katanya, ada beberapa rumah warga yang tergenang sampai hampir 1 meter, serta jumlah pengungsi sekitar 75 KK. Syaukani menuturkan, selama di pengungsian pihaknya berupaya memenuhi keperluan masyarakat baik berupa sembako, popok, pembalut wanita dan kudapan untuk anak-anak. Selain itu, lanjut Syaukani, selamat ditinggal mengungsi, pihaknya terus memantau keamanan rumah warga. “Untuk pengamanan itu dilakukan swadaya oleh warga dengan RT dan RW setempat yang selalu berkoordinasi dengan Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa selama terdampak banjir," tutur Syaukani. Ia berharap agar masyarakat menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai sehingga dapat mengurangi terjadinya banjir. "Kita harap agar masyarakat selalu menjaga lingkungan, untuk tidak membuang sampah ke sungai sekitar pemukiman, dan apabila ada pembangunan rumah warga agar tidak melakukan pengurungan karena bisa menutup jalur air,” harapnya. BACA JUGA: TERUNGKAP Lokasi Persembunyian Pembunuh Kepala Sekolah di HST, Ingin Menyerah Tapi Di samping itu, Syaukani juga berharap, agar pemerintah bisa lebih memperhatikan sebelum memberikan izin pembangunan di wilayah Gambut. “Pemerintah bisa selalu memperhatikan lahan untuk resapan, karena kondisi banjir yang terjadi di wilayah gambut saat ini disebabkan karena sungai-sungai yang ada mulai mengecil dan dangkal akibat tumpukan sampah dan urukan tanah untuk bangunan,” jelas Syaukani lagi. Kondisi itu, sambungnya, bisa memperkecil wilayah resapan yang ada sehingga berakibat meluapnya air apabila curah hujan tinggi dan intens di wilayah Gambut. (Riska) Editor: Yayu