Grup Musik SMKN 3 Banjarmasin Ambil Bagian di Pentas Seni
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - SMKN 3 Banjarmasin kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni melalui gelaran Pentas Seni yang digelar di The Jumpa Square, Kota Banjarmasin, Senin (27/1/2025) Sore.
Pagelaran seni ini dirancang khusus untuk memberikan ruang berkarya bagi pelajar TK hingga SMA sederajat di Kota Banjarmasin.
Dalam kegaiatan tersebut, berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan dari siswa-siswi yang berbakat.
Baca Juga
Pemotor Mabuk Seruduk 3 Mobil di Jalan Kuripan
Mulai dari lagu-lagu khas Banjar, pembacaan puisi, hingga penampilan solois lagu-lagu modern yang mencuri perhatian penonton.
Salah satu anggota grup musik SMKN 3 Banjarmasin, Adul mengungkapkan, bahwa mereka menjalani latihan intensif selama seminggu sebelum tampil.
“Hari ini kami membawakan enam lagu Banjar," ungkap Adul.
Ia juga menjelaskan, selama menjalani latihan, ada satu kendala, yakni tempat latihannya yang tak menentu.
"Walau ada kendala pada tempat latihan, namun kami tetap semangat karena ini bagian dari pelestarian budaya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Adul juga menambahkan bahwa grup mereka sudah cukup berpengalaman dengan tampil lebih dari 10 kali di berbagai acara.
"Kami tidak merasa gugup sama sekali karena udah sering tampil, di Panggung Jumpa Square ini sudah kedua kalinya kami tampil," jelasnya.
Pentas seni ini menjadi bukti bahwa SMKN 3 Banjarmasin tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat seni dan menjaga warisan budaya lokal.
Sementara itu, Head of Business Jumpa Square, Onie menjelaskan, bahwa program ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa yang memiliki bakat di bidang seni, seperti musik, tari, puisi, dan seni tradisional.
“Kami menyediakan tempat bagi anak-anak sekolah untuk tampil dan menunjukkan bakat mereka. Ini menjadi ruang apresiasi sekaligus cara kami mendukung kegiatan seni di sekolah,” jelas Onie.
"Dengan ini, mereka punya tempat untuk menampilkan bakatnya, dan kami berharap bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk berkarya,” lanjutnya.
Pelaksanaan program ini melibatkan kerjasama erat dengan sekolah, khususnya guru seni, yang bertugas menyiapkan siswa untuk tampil.
“Kerjasama dengan sekolah sangat penting. Kami menyediakan tempat dan mendukung penuh," ucap Onie
"Sementara sekolah menyiapkan siswa untuk tampil. Semakin banyak sekolah yang ikut, semakin meriah acara ini,” sambungnya.
“Kami ingin seni lokal tetap hidup di kalangan generasi muda. Dengan acara ini, seni tradisional mendapat tempat di hati anak-anak sekaligus dikenalkan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Ramadan)
Editor Restu