BPBD HST Lakukan Pencarian Petani Karet HST yang Hilang di Hari Kedua

“Ibunya mengajak Ino untuk menemui keluarga yang sakit, namun korban menolak dan memilih menanam bibit karet,” katanya.

Ayah Ino, Wirih meninggalkannya saat menanam bibit. Saat Wirih kembali ke kebun, Ino sudah tidak ada.

Orangtua korban sudah melakukan pencarian, tapi tak ditemukan.

“Hanya bakul, butah dan alat untuk menanam bibit karet saja yang ada di sekitar lokasi,” tambahnya.

Informasi dari ibu korban, saat usia empat tahun, Ino mengidap penyakit kejang-kejang serta mengalami keterbelakangan mental.(atoe)

Editor Restu