WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut, sejumlah keputusan strategis diambil untuk mendukung swasembada pangan, terutama dengan meningkatkan kesejahteraan petani. BACA JUGA:Presiden Prabowo Siapkan Dana Rp 38,6 Triliun untuk Dana Stimulus Harga Gabah dan Jagung Naik Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan jagung:
  1. Harga gabah: Dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.
  2. Harga jagung: Dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram.
“Kabar ini tentunya menjadi angin segar bagi para petani. Presiden juga memastikan seluruh produksi gabah dan jagung akan ditampung pemerintah dengan harga yang sudah ditetapkan,” jelas Menko Zulhas. Dukungan Penuh untuk Petani Lokal Keputusan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional. Dengan penyerapan hasil panen yang optimal, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan. “Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan mendukung petani lokal,” tambah Menko Zulhas. BACA JUGA:BREAKING NEWS – PPN Tidak Jadi Naik! Presiden Prabowo Tegaskan Kebijakan Pajak Tetap Pro Rakyat Strategi Swasembada Pangan 2025 Pemerintah juga akan mengawal berbagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi. Salah satunya adalah mengoptimalkan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menyerap hasil panen petani di seluruh Indonesia. Dengan langkah ini, petani diharapkan semakin sejahtera, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad