3 Kecelakaan Pesawat dalam 24 Jam: 167 Tewas di Korsel, 2 Insiden Lainnya Gemparkan Dunia!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Dunia penerbangan kembali diguncang tragedi! Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tiga kecelakaan pesawat terjadi di tiga negara berbeda, menjelang perayaan Tahun Baru 2025.
Insiden tersebut melibatkan maskapai ternama dan memakan korban jiwa yang mengejutkan, khususnya di Korea Selatan.
BACA JUGA:Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh, Vladimir Putin Minta Maaf ke Presiden Ilham Aliyev
1. Tragedi Maut di Korea Selatan
Kecelakaan paling mematikan terjadi di Korea Selatan, melibatkan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan pada Minggu (29/12/2024). Awalnya, laporan menyebutkan bahwa 179 orang diduga tewas. Namun, data terbaru memastikan bahwa dari 181 penumpang, 167 orang meninggal dunia, sementara sisanya mengalami luka serius.
Pesawat ini tengah dalam penerbangan domestik saat mengalami gangguan teknis yang memicu kecelakaan fatal. Tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi korban dari reruntuhan pesawat. Hingga kini, otoritas penerbangan Korea Selatan masih menyelidiki penyebab utama tragedi ini.
2. Kecelakaan di Norwegia: Royal Dutch Airlines
Kecelakaan kedua terjadi di Norwegia, melibatkan pesawat Royal Dutch Airlines (KLM) yang terbang menuju Belanda. Insiden ini terjadi saat pesawat melakukan pendaratan darurat akibat gangguan pada mesin utama. Pesawat tergelincir dari landasan pacu dan nyaris terbalik di Bandara Oslo pada Minggu malam.
Meski dramatis, semua 176 penumpang dan 6 kru selamat tanpa cedera serius. Investigasi awal menyebutkan cuaca buruk dan angin kencang sebagai faktor utama insiden tersebut.
3. Air Canada Alami Kerusakan Roda
Insiden ketiga terjadi di Kanada, melibatkan pesawat Air Canada yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Halifax Stanfield pada Sabtu malam (28/12/2024).
Kerusakan pada roda pendaratan membuat pesawat harus mendarat dengan risiko tinggi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kekhawatiran Global
Tiga insiden ini menimbulkan kekhawatiran global tentang keselamatan penerbangan, terutama di tengah periode perjalanan sibuk menjelang Tahun Baru. Otoritas penerbangan di berbagai negara segera meningkatkan inspeksi terhadap maskapai dan prosedur keselamatan.
Analis penerbangan, John Derrick, mengatakan, “Ini adalah peringatan serius bagi dunia penerbangan. Tragedi seperti di Korea Selatan seharusnya menjadi momen untuk mengevaluasi kembali standar keselamatan global.”
BACA JUGA:Cerita Korban Selamat Jatuhnya Pesawat Jeju Air, “Ketika Saya Terbangun, Saya Telah Diselamatkan”
Perjalanan udara tetap menjadi moda transportasi yang aman, namun insiden ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra, terutama di periode puncak perjalanan. Bagi para penumpang, disarankan untuk selalu memperhatikan prosedur keselamatan yang diberikan oleh kru pesawat.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya teknologi, manajemen penerbangan, dan kesiapan kru dalam menghadapi situasi darurat. Dunia berharap tragedi seperti ini tidak terulang di masa depan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad