Viral Gengster Serang Warga Kampung Sasirangan, Begini Pengakuan Korban
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sebuah video rekaman CCTV penyerangan terhadap warga Kampung Sasirangan, Jalan Seberang Masjid, Kelurahan Seberang Masjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (27/12) dini hari.
Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang pria dan seorang wanita diduga gengster menyerang seorang warga setempat dengan membawa senjata tajam (Sajam).
Informasi dihimpun, kejadian tersebut terjadi sebanyak dua kali, sekira pukul 23.00 Wita, dan pukul 01.30 Wita, dilokasi yang berbeda namun masih tidak berjauhan.
Korban, Alfi menuturkan, kejadian berawal saat dirinya sedang duduk santai di lokasi kejadian. Kemudian dirinya didatangi oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Baca juga:Jalan Desa Mangkalawat Jadi Alternatif Pengurai Kemacetan di Jembatan Atanik Mataraman
“Ada 5 orang yang datang dengan menaiki 2 kendaraan. 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan,” tutur Alfi, kepada wartabanjar.com.
“Saat sampai mereka langsung menanyakan keberadaan seseorang yang bernama Junai, namun saya tidak tahu,” lanjutnya.
Alfi menjelaskan, saat mereka bertanya itu sambil membawa dan mengancam dirinya dengan sajam jenis samurai.
“Dia (terduga pelaku) sempat ingin menyerang saya dengan samurainya, lalu saya memcoba menangkis. Kebetulan saat itu saya sedang memegang hp, dan hp saya langsung diambil,” jelas Alfi.
“Setelah itu saya langsung masuk ke dalam rumah, dan untungnya saya tidak terluka, lalu mereka pun langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian,” sambungnya.
Setelah kejadian tersebut, Alfi pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Banjarmasin untuk diproses secara hukum.
Alfi mengungkapkan, dirinya juga tidak mengenal orang-orang yang menyerang dirinya itu.
“Saya tidak kenal juga, dan tidak pernah melihat juga orang-orang itu. Bahkan, saya juga tidak mengenal nama Junai yang mereka cari itu, di kampung sini juga tidak ada yang bernama Junai,” ungkap Alfi.
Sementara itu, warga setempat, Ramlah mengatakan, sebelum kejadian penyerangan terhadap Alfi, komplotan tersebut juga sempat memdatangi kiosnya sekira pukul 23.00 Wita, Kamis (26/12).
“Saat itu saya sedang berjualan seperti biasa, lalu datang beberapa orang yang tidak dikenal, sekitar 5 orang, ada 1 orang perempuan,” ucap Ramlah.
“Kemudian mereka juga bertanya Junai dimana, lalu kami pun menjawab tidak tahu, karena memang tidak kenal,” sambungnya.
Setelah mendengar jawaban itu, kata Ramlah, salah seorang pria tiba-tiba emosi dan mencoba mengambil sajam yang ada di dalam bajunya.
Melihat hal tersebut, lantas suami Ramlah pun langsung mengambil linggis yang ada dibelakang kiosnya, untuk menakuni orang-orang tersebut.
“Setelahnya mereka pun langsung pergi, dan baru dengan pagi tadi kalau mereka kembali lagi dan sampai merampas hp milik warga yang di dalam,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor: Erna Djedi