Sanusi menjelaskan, faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian, mencapai lebih dari 50%. Namun, faktor perselingkuhan dan judi online mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Ekonomi: Lebih dari 50%
- Perselingkuhan: Naik 30% dibanding tahun sebelumnya
- Judi Online: Meningkat hingga 5%
“Ketidakmampuan suami dalam memberikan nafkah keluarga masih menjadi faktor dominan. Namun, angka perselingkuhan dan judi online juga terus meningkat dan menjadi penyebab utama perceraian di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Bekasi Catat Angka Perceraian Tertinggi
Sanusi juga menyebutkan bahwa angka perceraian di Kabupaten Bekasi tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain seperti Tasikmalaya, Indramayu, Soreang, dan Kota Bekasi.
“Kabupaten Bekasi mencatat angka perceraian yang cukup mencolok jika dibandingkan daerah lain di Jawa Barat,” tandasnya.
Dengan tingginya angka perceraian ini, ribuan perempuan muda di Kabupaten Bekasi harus menanggung status sebagai janda di usia produktif. Hal ini tentu menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







