WARTABANJAR.COM, BANDUNG – Bareskrim Polri berhasil mengungkap laboratorium narkotika di Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat, yang diduga menjadi pusat produksi dan suplai narkoba untuk perayaan malam Tahun Baru 2025. Penggerebekan ini mengungkap potensi peredaran narkotika senilai fantastis, mencapai Rp670,8 miliar. Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol. Asep Edi Suheri SIK MSi dalam konferensi pers di Bandung, menjelaskan bahwa narkotika yang diproduksi di lokasi tersebut rencananya akan dipasarkan di wilayah Jakarta. "Rencananya narkotika ini akan digunakan dan dipasarkan di wilayah Jakarta untuk malam tahun baru," ujar Irjen Asep seperti dikutip di akun divisihumaspolri, Jumat (13/12/2024). BACA JUGA:Pabrik Narkoba ‘Happy Water’ di Perumahan Mewah Bandung Dibongkar Polisi, Segini Barbuk yang Disita Barang Bukti Fantastis Dalam operasi tersebut, tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
  1. Happy Water: 7.573 bungkus
  2. Liquid Vape: 259 liter dengan berbagai rasa
  3. Bahan Baku Narkotika: Untuk produksi skala besar
  4. Alat Produksi: Mesin penghancur, perlengkapan kimia, dan peralatan lainnya
Total nilai barang bukti mencapai Rp670,8 miliar, menjadikannya salah satu pengungkapan terbesar menjelang akhir tahun ini. Tersangka dan Pengendali Masih Diburu Dalam operasi tersebut, Polri mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam produksi narkotika. Namun, seorang pengendali jaringan berinisial A hingga kini masih dalam pengejaran. "Kami sedang berupaya maksimal untuk menangkap pelaku pengendali jaringan ini," tambah Irjen Asep. BACA JUGA:Bongkar Pabrik Narkoba di Bali, Kabareskrim Polri Ungkap Pentingnya Peran Masyarakat Ancaman di Malam Tahun Baru Penemuan ini menjadi peringatan keras terhadap ancaman peredaran narkoba yang sering meningkat menjelang momen perayaan besar, seperti malam Tahun Baru. Polri berkomitmen untuk terus mengintensifkan operasi pemberantasan narkoba guna melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad