Meskipun Donald Trump mendapat kritik keras selama putaran pemungutan suara pendahuluan, Marco Rubio mendukung kandidat Partai Republik sebelum pemilu November 2016. Hubungan keduanya semakin mencair dan semakin berkembang.

Marco Rubio telah mengungkapkan tekadnya mendukung Donald Trump selama empat tahun ke depan. Sementara presiden terpilih AS ini juga mengandalkan pengalaman senator tersebut dalam isu-isu Amerika Latin untuk menyelesaikan kebijakan terkait Venezuela, Kuba, dan Kolombia.

“Dia telah berubah 180 derajat, dari seorang Republikan berhaluan tengah-kanan dalam beberapa isu seperti imigrasi menjadi pendukung Trump. Dia bukan satu-satunya yang berubah ke arah ini,” kata Cardenas.

Gram Slattery, seorang analis Reuters mengatakan pencalonan Marco Rubio oleh Donald Trump adalah pilihan strategis. 

Donald Trump mengalahkan Kamala Harris sebagian berkat dukungan dari sejumlah besar pemilih Latin, yang memilih Demokrat pada pilpres sebelumnya.

Dengan mengangkat Marco Rubio ke posisi menteri luar negeri, Donald Trump dapat memperkuat basis dukungan kelompok pemilih ini dan menunjukkan bahwa wakil mereka memiliki posisi tinggi di pemerintahan.(pwk)