Ia menambahkan bahwa pengelolaan rantai pasok dan distribusi pupuk juga memerlukan kajian yang mendalam. Dirinya khawatir jika BUMN yang berfungsi sebagai regulator dan operator dikelola dalam wadah yang sama, yang dapat menciptakan konflik kepentingan dan mengaburkan tugas pokok masing-masing.
Oleh karena itu, Asep Wahyu Wijaya menekankan pentingnya pemisahan peran dan tanggung jawab untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sektor pertanian.
Baca juga: Perkelahian Berdarah di Pekapuran, Begini Penuturan Kakak Korban
Melalui pernyataannya, ia berharap agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat meninjau kembali rencana penarikan BUMN ke kementerian demi kepentingan optimalisasi sektor pertanian dan keberlanjutan BUMN. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







