WARTABANJAR.COM, TABALONG - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tabalong H. Fani dan Habib Taufan mengunjungi Pasar Malam Juin di Desa Nawin, Haruai, Kabupaten Tabalong, Senin (14/10/2024) malam. Kontan saja kunjungan tersebut mengundang keriuhan di sana. "H Fani - Habib Taufan, Tabalong Smart. Coblos nomor 3, menang, menang, menang!" teriak para pedagang dan pengunjung pasar. Dari pantauan Wartabanjar.com, nampak terlihat selebgram Hafif Mullet yang ikut mengkampanyekan H. Fani dan Habib Taufan lewat visi misi Tabalong SMART. Baca juga: Tersangka AR Peragakan 30 Adegan Dalam Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Tragis di Kecamatan Halong Hafif Mulet memiliki 23,3K followers dengan nama akun Instagram @hafif_mullet. Netizen mengenalnya dengan ungkapan yang sering ia ucapkan dengan logat khas daerah Tabalong: "ya, sudah." Hafif Mullet secara terbuka mengumumkan dukungannya kepada H. Fani dan Habib Taufan. Pasalnya, dirinya mengaku kagum dengan visi misi paslon tersebut. "Salah satunya itu soal ekonomi. Beliau berjanji, selain membantu permodalan, juga membenahi infrastruktur bangunan pasar," kata Hafif Mulet. Baca juga: Wisudawan ULM Diajak Turut Memajukan Banua Mulet yang merupakan warga Haruai ini mengaku, dirinya sengaja datang ke pasar untuk menyaksikan langsung aktivitas H. Fani. Keinginannya untuk foto bareng akhirnya juga terwujud. "Tadi sudah foto selfie dengan H. Fani di warung sate. Fotonya langsung saya jadikan story WA dan postingan di medsos," ujarnya. Di Pasar Baru Juin, H. Fani dan Habib Taufan lebih banyak mengajak warga pedagang berbincang. Keduanya berharap, dialog dengan masyarakat itu bisa menyerap aspirasi untuk mereka aktualisasikan dalam program-program kerja ke depan. Baca juga: Studi: Uban Bisa Tumbuh Sebelum Usia 30 Tahun Gara-gara Ini Setelah mentraktir pulahan warga makan sate, pasangan calon tersebut juga memborong sejumlah barang dagangan pedagang kecil, seperti sayur, buah dan kuliner berupa kue khas serta minuman segar. Apa yang sudah dibeli itu oleh H. Fani dibagi-bagikan ke warga pengunjung pasar. "Harga barang yang cenderung naik, memang menjadi kekhawatiran warga dan kita semua. Satu sisi itu baik, menandakan daya beli masyarakat yang meningkat. Namun, itu juga negatif karena masih terjadinya kesenjangan ekonomi di masyarakat," katanya Sementara Habib Taufan mengaku menerima banyak keluhan terkait potensi ekonomi desa yang belum digali secara maksimal. Baca juga: Polda Kalteng Musnahkan Puluhan Kilogram Sabu dari Kasus Lamandau "Itu sudah saya catat, ke depan ini akan menjadi prioritas kami," katanya. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko