Tahun 2024 Masih Ada 28 Kasus Malaria, Dinkes Kota Banjarmasin Gelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sebanyak 56 orang yang terdiri dari 28 orang pengelola Malaria Puskesmas, 19 orang Analis Laboratorium Puskesmas dan 9 orang Pengelola Malaria Rumah Sakit melaksanakan pertemuan monitoring dan evaluasi program P2 Malaria, Kamis (10/10/2024).
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Tabiun Huda.
Disebutkan, berdasarkan laporan sistem informasi surveilan malaria (Sismal) Kota Banjarmasin tahun 2024 sebanyak 28 kasus malaria.
"Melihat sejauh mana capaian program P2 Malaria di Kota Banjarmasin tahun 2024 maka perlu dilakukan pertemuan monitoring dan evaluasi tingkat Kota Banjarmasin dengan melibatkan Puskesmas, RS pemrintah dan RS swasta terkait dengan pencegahan dan pengendalian malaria di Kota Banjarmasin," papar Kadinkes.
Malaria, ujar dia, merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia.
Penyakit malaria, lanjut Kadinkes, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dan sangat mempengaruhi angka kematian dan kesakitan bayi, anak balita dan ibu melahirkan serta dapat menurunkan produktivitas kerja.
"Pelaksanaan RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan RI 2020-2024 adalah periode yang sangat menentukan keberhasilan program kesehatan, termasuk eliminasi malarian tahun 2030 di Indonesia," tutup Kadinkes Kota Banjarmasin, dr Tabiun Huda. (ernawati)
Editor: Erna Djedi