PUPR Gandeng USAID Gelar Forum Investasi Tata Kelola Air

Saat ini, menurut Triono, target 30% akses air minum perpipaan direncanakan akan dipenuhi melalui program 10 Juta Sambungan Rumah (SR). Namun hingga saat ini, estimasi capaian baru mencapai 4,46 juta SR dan menyisakan gap 5,54 juta SR.

“Di sisi lain, pada periode 2020-2024, kebutuhan investasi sebesar Rp 123,4 Triliun dibutuhkan untuk memenuhi target 10 juta SR tersebut, dengan proporsi APBN sebesar Rp 77,9 Triliun (63,4%), dan APBD sebesar Rp 15,6 Triliun (13%). Sehingga, terdapat kesenjangan pendanaan sebesar Rp 29,9 Triliun (24%) yang perlu dipenuhi melalui skema pembiayaan alternatif,” ujar Triono.

Sementara pada sektor sanitasi, Indonesia baru mencapai 12% akses sanitasi aman, dari target 30% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan investasi sebesar Rp 140,9 Triliun, dengan proporsi APBN sebesar Rp 73,5 Triliun (52%) dan APBD sebesar Rp 1,7 Triliun (1,2%). Sehingga, terdapat kesenjangan pendanaan sebesar Rp 65,7 Triliun (46,6%) yang perlu dipenuhi melalui skema pembiayaan alternatif.

Baca juga: Ditanya Tentang Sampai Kapan PSSI Naturalisasi Pemain Timnas, Erick Thohir Berikan Jawaban ini

Jeff Cohen selaku Mission Director USAID Indonesia mengatakan, USAID Indonesia senang bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dan pihak swasta untuk mendorong pembiayaan inovatif dan investasi swasta yang berperan penting dalam mewujudkan peningkatan akses air minum dan sanitasi yang aman dan berkelanjutan serta pengelolaan sumberdaya air yang berketahanan iklim.

“Mari bersama kita dukung upaya ini untuk masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan tangguh,” ujar Jeff Cohen – Mission Director USAID Indonesia. (SIdik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko