WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Satuan Pelayanan Bandara Syamsudin Noor, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Selatan berhasil menggagalkan pengiriman sirip ikan pari hingga kuda laut kering, Sabtu (10/08/2024). Gara-garanya, komoditas perikanan dilindungi tersebut terdeteksi melalui mesin X-Ray di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Kepala Karantina Kalsel, Sudirman mengungkapkan, komoditas perikanan dilindungi tersebut berupa 6 sirip pari kemejan, 127 kuda laut dan 55 teripang kering yang akan dikirim ke Jakarta. “Komoditas perikanan dilindungi berhasil digagalkan karena tidak dilengkapi dokumen persyaratan karantina dari daerah asal dan juga tidak dilaporkan ke petugas karantina,” ungkap Sudirman pada awak media termasuk Wartabanjar.com, Selasa (13/08/2024) Baca juga: Airlangga Mundur, Presiden Jokowi: Tidak Ada Masalah di Kabinet Dikatakan Sudirman, penggagalan pengiriman komoditas ini merupakan sinergi antara Karantina Kalimantan Selatan dengan pihak Regulated Agent (RA) dan Avsec Bandara Syamsyudin Noor. Sudirman menjelaskan kronologis penyelundupan komoditas perikanan berawal ketika petugas RA dan Avsec Bandara Syamsyudin Noor sedang melakukan pemeriksaan barang-barang yang akan dikirim menggunakan mesin X-ray "Ternyata ditemukan komoditas perikanan tersebut, dan kemudian diserahkan kepada pejabat karantina untuk dilakukan pemeriksaan," ujarnya lagi. Baca juga: Kalsel Termasuk 6 Provinsi Operasi Karhutla BNPB Hingga November Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Untuk pengeluaran hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya dari suatu area ke area lain harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan karantina, serta dilaporkan kepada petugas karantina. Menurutnya, komoditas perikanan berupa sirip pari kemejan, kuda laut, dan teripang termasuk dalam daftar Apendiks II CITES yaitu jenis dilindungi. Baca juga: Prediksi Twente vs Salzburg di Liga Champions Malam Ini: Tak Mudah Menjamu Tamu “Supaya dapat melalulintaskan komoditas perikanan tersebut harus dilaporkan kepada petugas karantina guna keperluan tindakan karantina dan pengawasan atau pengendalian terhadap jenis-jenis yang dilindungi untuk dibatasi pengeluarannya," tutupnya. (nurul octaviani) Editor: Sidik Purwoko