Mutu Institute dan BPDPKS Beri Pelatihan ISPO kepada 88 Petani Sawit Kabupaten Tanah Bumbu
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - PT Forestcitra Sejahtera memberikan Pelatihan ISPO untuk 88 orang petani kelapa sawit asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel.
Pelatihan tersebut digelar selama enam hari, 29 Juli sampai 3 Agustus 2024, di salah satu hotel di Banjarmasin.
Pelatihan ini menggunakan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) tahun 2024.
Sehingga seluruh biaya pelatihan gratis dan para petani kelapa sawit tidak mengeluarkan biaya sedikitpun.
Baca juga: PWI Kalsel Cek Gelora Paman Birin sebagai Venue Utama Porwanas XIV, Helmie: 90% Siap, Tinggal Finishing
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Hj Suparmi mengatakan, dirinya mewakili Pemerintah Kalsel menyambut baik adanya kegiatan ini.
"Hal ini selaras dengan komitmen Gubernur Kalimantan Selatan untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan”, ujar Suparmi, Rabu (31/7/2024).
Suparmi mengucapkan, bahwa sertifikasi ISPO telah diwajibkan bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, baik Perusahaan swwasta maupun pekebun rakyat.
“Mulai tahun 2025, tidak hanya Perusahaan perkebunan besar yang harus sertifikasi ISPO, tetapi juga pekebun rakyat harus menerapkan ISPO," ucap Suparmi.
Sementara itu, Direktur Mutu Institute, Wahyu Riyadi menuturkan, selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman tentang prinsip dan kriteria ISPO sesuai Permentan 38.
Baca juga: 8 Provinsi Ini Diindikasikan Rawan Konflik Pilkada Serentak 2024
Peserta juga diberi kesempatan untuk studi lapang ke Koperasi Perkebunan Buana Sawit Sejahtera (BSS) untuk melihat langsung penerapan prinsip dan kriteria ISPO.
“Terimakasih kepada BPDPKS dan Pemerintah karena telah memberikan fasilitas pelatihan ISPO gratis ini kepada para petani kelapa sawit," tutur Wahyu.
"Bapak Ibu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti seluruh kegiatan pelatihan dengan serius. Ambil semua ilmu yang disampaikan narasumber dan terapkan semuanya saat kembali nanti untuk memajukan perkebunan kelapa sawit dengan penerapan sertifikasi ISPO," lanjutnya.
Studi lapang dilakukan di Koperasi Perkebunan Buana Sawit Sejahtera (BSS) yang berlokasi di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Di samping itu, salah satu peserta pelatihan, Abdul Wachid Saputra mengatakan, bahwa pelatihan yang diadakan oleh BPDPKS dan Mutu Institute sangat bermanfaat karena materi yang sampaikan mudah di pahami oleh peserta dan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman.
Penerapan standar ISPO ditingkat petani kelapa sawit sangat penting.
Selain untuk meningkatkan kualitas tata kelola perkebunan kelapa sawit, juga secara nasional dapat meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk kelapa sawit Indonesia di pasar dunia.
Sehingga kelapa sawit dan produk turunannya dapat terus menjadi komoditas andalan yang meningkatkan kesejahteraan para pekebun, masyarakat, dan negara. (iqnatius aprianus)
Editor: Erna Djedi