Frista Umur 22 Tahun Lulus Magister UGM, Ini Karyanya di Bidang Bioteknologi
Selama masa studi S2, Frista terlibat dalam beberapa proyek penelitian terkait pengembangan potensi bahan alam sebagai agen antikanker.
Di antaranya menakar potensi efek antikanker ekstrak daun kirinyuh sebagai agen sitotoksik Kombinasi Doxorubicin pada Sel Kanker Payudara Luminal A.
Frista mengaku dukungan dari orang tua dan dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam kesuksesan studinya. Selama kuliah, para dosen selalu memberi arahan dan memantau perkembangan riset disertasinya.
“Beliau-beliau selalu memberi arahan bagaimana membuat pekerjaan lebih efektif dan sabar ketika saya membuat banyak kesalahan,” tambahnya.
Setelah menyelesaikan studi pascasarjana, Frista berencana kembali ke Provinsi Bangka Belitung untuk mengabdi sebagai dosen.
Sambil mengajar, ujarnya, ia ingin mengeksplorasi sebanyak-banyaknya bidang penelitian di bidang biologi. Ia selalu memegang prinsip agar tetap bersikap rendah hati dalam belajar.
“Jangan pernah malu belajar dari siapapun. Merendahlah bagai cangkir yang diletakkan di bawah agar air dari teko di atasnya bisa masuk,” nasihatnya.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Frista Chairunnisa menunjukkan bahwa perjalanan akademik yang penuh tantangan bisa dilalui dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat.