Wisatawan Wajib Wasapadai Palung Pasir di Pantai Selatan DIY! Ini Beda Karakter dengan Pantura

Baca juga:Yuk, Liburan Tipis-tipis di Pantai Turki, Kalimantan Selatan, Banyak Spot Foto Instagramable Lho!

“Belum lagi, pihaknya minim petugas yang tidak bisa menempati setiap meter, seperti kejadian kecelakaan laut kemarin yang jaraknya satu kilometer dari pos pantau,” ungkap Noviar.

Tak hanya BPBD DIY, Noviar yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY itu menyatakan melalui Satlinmas Rescue Istimewa DIY senantiasa melakukan penjagaan secara ketat di pos pantau agar para pengunjung untuk tidak terlalu jauh sampai ke tengah pantai.

Pos-pos pantau tersebut ditunggu oleh petugas yang bisa langsung melakukan penyelamatan apabila ada kejadian.

Waspadai ubur-ubur laut

Pihak pun melakukan himbauan kepada para pengunjung melalui media sosial untuk memperhatikan himbauan petugas. Apalagi saat ini baru musim ubur-ubur biru yang sudah menyengat 300-an korban di Pantai Parangtritis.

Ubur-ubur di Pantai Selatan ini juga agak beda dengan ubur-ubur yang diketahui masyarakat secara umum.

Ubur-ubur tersebut berbentuk gel berwarna biru. Para wisatawan yang menemukan cici-ciri itu di pantai, jangan dipegang. Jika dipegang akan tarasa sangat panas, dan bisanya sampai ke jantung.

” Dengan berbagai potensi.dan kondisi pantai Selatan yamg beda inilah, maka tolong patuhi semua himbauan yang ada. Sangat penting pula bagaimana masing-masing pengunjung itu menjaga keselamatan diri terlebih dahulu dengan memperhatikan himbauan para petugas dan mematuhi rambu-rambu peringatan yang ada,” tandas Noviar.

Baca juga:BMKG Sebut Gempa & Tsunami di Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur Bukan Prediksi

Khusus pantai Parangtritis dan pantai Depok, sebanyak 69 petugas yang siaga 24 jam selama hari libur sedangkan hari biasa dengan sistem shift karena pengunjung tidak terlalu ramai.

Jumlah total pos pantau yaitu 7 pos induk korwil dan 1 kantor operasi dengan 17 pos pantau pembantu. Setiap pos pantau dilengkapi dengan peralatan keselamatan mulai dari jaket pelampung, tali, papan surfing, jet ski, perahu, ambulan serta obat-obatan.

Sesuai SOP yang berlaku setiap pos disiapkan untuk pertolongan pertama sementara tindak lanjut penanganan dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Ada pula pengawasan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut dan beberapa relawan. (pwk)

Editor:purwoko