WARTABANJAR.COM, YOGYAKARTA - Musim liburan panjang tengah berlangsung, kawasan wisata di Yogyakarta pun sedang panen wisatawan. Tak hanya destinasi yang ada di perkotaan, namun wisatawan daeri berbagai daerah juga menikmati wisata pantai di sepanjang Pantai Selatan Jawa di wilayah DI Yogyakarta. Seiring kedatangan para wisatawan, para pengunjung baik warga maupun wisatawan dilarang berenang dan dihimbau mewaspadai palung yang berada di Pantai Selatan. Mengingat, karakteristik Pantai Selatan berbeda dengan kawasan Pantai Utara yang mempunyai gelombang tinggi dan beberapa pantainya terdapat palung pasir, terutama di Pantai Parangtritis, hal itu perlu menjadi kewaspadaan khusus agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Baca juga:13 Wisatawan Labuan Bajo Dievakuasi Karena Gelombang Tinggi Misalnya saja, kecelakaan laut masih kerap terjadi lantaran wisatawan nekat bermain di pantai, di sisi lain mereka tak mengetahui kondisi kawasan Pantai Selatan yang banyak palung. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad mengatakan pihaknya senantiasa memberikan informasi kepada seluruh wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Selatan. Informasi tersebut disampaikan baik secara langsung oleh petugas maupun tak langsung melalui rambu-rambu peringatan maupun media sosial.yang dimiliki. Kawasan Pantai Selatan ini berbeda dengan kawasan Pantai Utara yang gelombangnya tinggi dan di beberapa tempat ada palung pasir. Terutama di Pantai Parangtritis itu ada banyak palung pasir " Kami menghimbau wisatawan untuk mematuhi petugas, memperhatikan rambu-rambu yang sudah ditanam di sana, gelombang pantai serta cuaca yang tak menentu. Sekali lagi jangan tertipu dengan kondisi yang tenang di Pantai Selatan,” katanya. Justru kalau gelombangnya tenang kemungkinan besar di bawahnya ada palung. “Kita harus bisa berwisata dengan aman, utamanya memperhatikan keselamatan masing-masing," tutur Noviar seperti dikutip dari Jogjaprov, Rabu (10/07/2024). Noviar menyampaikan tak hanya harus memperhatikan himbauan para petugas yang berada disana, pihaknya pun telah memasang rambu-rambu peringatan. Apabila ada palung, pihaknya sebetulnya sudah memancang tiang bendera merah, artinya tidak boleh berenang di area tersebut. Untuk itu, wisatawa dimohon memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang supaya kejadian kecelakaan laut yang baru-baru ini terjadi hingga menimbulkan korban jiwa tidak dialami wisatawan lainnya. " Selain memasang bendera merah, kami juga memasang papan - papan peringatan atau larangan. Sebenarnya, kami juga cukup kesulitan akan karakter Pantai Selatan yang disamakan dengan pantai - pantai lain". Baca juga:Yuk, Liburan Tipis-tipis di Pantai Turki, Kalimantan Selatan, Banyak Spot Foto Instagramable Lho! "Belum lagi, pihaknya minim petugas yang tidak bisa menempati setiap meter, seperti kejadian kecelakaan laut kemarin yang jaraknya satu kilometer dari pos pantau," ungkap Noviar. Tak hanya BPBD DIY, Noviar yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY itu menyatakan melalui Satlinmas Rescue Istimewa DIY senantiasa melakukan penjagaan secara ketat di pos pantau agar para pengunjung untuk tidak terlalu jauh sampai ke tengah pantai. Pos-pos pantau tersebut ditunggu oleh petugas yang bisa langsung melakukan penyelamatan apabila ada kejadian. Waspadai ubur-ubur laut Pihak pun melakukan himbauan kepada para pengunjung melalui media sosial untuk memperhatikan himbauan petugas. Apalagi saat ini baru musim ubur-ubur biru yang sudah menyengat 300-an korban di Pantai Parangtritis. Ubur-ubur di Pantai Selatan ini juga agak beda dengan ubur-ubur yang diketahui masyarakat secara umum. Ubur-ubur tersebut berbentuk gel berwarna biru. Para wisatawan yang menemukan cici-ciri itu di pantai, jangan dipegang. Jika dipegang akan tarasa sangat panas, dan bisanya sampai ke jantung. " Dengan berbagai potensi.dan kondisi pantai Selatan yamg beda inilah, maka tolong patuhi semua himbauan yang ada. Sangat penting pula bagaimana masing-masing pengunjung itu menjaga keselamatan diri terlebih dahulu dengan memperhatikan himbauan para petugas dan mematuhi rambu-rambu peringatan yang ada," tandas Noviar. Baca juga:BMKG Sebut Gempa & Tsunami di Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur Bukan Prediksi Khusus pantai Parangtritis dan pantai Depok, sebanyak 69 petugas yang siaga 24 jam selama hari libur sedangkan hari biasa dengan sistem shift karena pengunjung tidak terlalu ramai. Jumlah total pos pantau yaitu 7 pos induk korwil dan 1 kantor operasi dengan 17 pos pantau pembantu. Setiap pos pantau dilengkapi dengan peralatan keselamatan mulai dari jaket pelampung, tali, papan surfing, jet ski, perahu, ambulan serta obat-obatan. Sesuai SOP yang berlaku setiap pos disiapkan untuk pertolongan pertama sementara tindak lanjut penanganan dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Ada pula pengawasan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut dan beberapa relawan. (pwk) Editor:purwoko