HST Promosikan UMKM dan Wisata Banua pada Peluncuran CoE Kalsel 2026 di Yogyakarta
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) turut ambil bagian dalam Peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026 Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Teras Malioboro, Kota Yogyakarta.
Langkah ini menjadi upaya strategis untuk menarik wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Yogyakarta agar turut menjadikan Kalsel sebagai destinasi tujuan.
Kehadiran HST dalam kegiatan tersebut diwakili Dinas Perdagangan yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten HST.
Baca Juga Polres Banjarbaru Selidiki Dugaan Raibnya Dana Rp2,6 M di Dinkes
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, saat di konfirmasi wartabanjar.com di Barabai menyampaikan bahwa keikutsertaan ini sangat penting dalam memperluas promosi produk lokal.
“Kali ini, Dinas Perdagangan Hulu Sungai Tengah bersama TP PKK mengikuti launching Calendar of Events South Kalimantan 2026 di Teras Malioboro. Event ini sangat bermanfaat bagi pemasaran dan pengenalan kerajinan kami,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan, HST membawa beragam produk unggulan daerah, mulai dari sasirangan, anyaman, hingga berbagai olahan pangan UMKM. Partisipasi ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat identitas produk lokal.
“Mudah-mudahan tahun depan, atas arahan Bapak Bupati dan Ibu Ketua TP PKK, kita dapat kembali mengikuti event seperti ini untuk lebih memperkenalkan destinasi dan objek wisata yang ada di HST. Tidak hanya UMKM, tapi juga wisata alam dan budaya,” tambahnya.
Sebelumnya, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, pada Jumat malam (14/11/2025).
Dalam sambutannya Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, komunitas, pelaku usaha, hingga diaspora Kalsel di Yogyakarta.
Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa CoE 2026 harus menjadi momentum untuk menampilkan potensi wisata Kalsel secara lebih terkonsep mulai kuliner, kerajinan, hingga wisata alam.
“Kita memiliki banyak potensi luar biasa, tetapi perlu dikemas dengan baik agar dikenal luas. Mulai kerajinan intan, kuliner khas seperti katupat kandangan, hingga wisata alam seperti bamboo rafting. Semua harus ditampilkan dalam bentuk visual, video, dan promosi yang menarik,” ujarnya.