Lee Jung Jae Ungkap Susahnya Berdialog Bahasa Inggris Selama Bintangi Serial Star Wars "The Acolyte"
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Aktor Lee Jung Jae telah memasuki dunia Star Wars.
Dia tinggal di luar negeri selama 10 bulan demi film tersebut.
Ia akan tampil seluruhnya dalam bahasa Inggris dari awal sampai akhir kisah, menunjukkan hasratnya dalam memerankan karakter Jedi Master Sol.
Pada Selasa (4/6/2024) sore waktu setempat, konferensi pers dan pemutaran media untuk episode 1 dan 2 dari serial asli Disney+ 'The Acolyte' diadakan di CGV Yongsan I-Park Mall, dengan Lee Jung Jae hadir sebagai perwakilannya.
Menjadi bintang global melalui serial asli Netflix Squid Game, Lee Jung Jae berperan sebagai pemeran utama dalam serial The Acolyte, menjadikannya aktor Asia pertama yang memerankan Jedi Master dalam serial Star Wars.
Hal ini menarik perhatian dari dunia hiburan.
Lee Jung Jae berperan sebagai Jedi Master Sol, yang melacak serangkaian pembunuhan, menangani segala hal mulai dari aksi menggunakan pedang bercahaya hingga perubahan emosional karakter.
Lee Jung Jae mengatakan tidak ada yang berubah secara signifikan sejak Squid Game, namun ada lebih banyak proyek di luar negeri, memperluas jangkauan pekerjaannya.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Mantan Bupati HSU Abdul Wahid Meninggal Dunia
"Bahkan jika Anda belum pernah melihat serial Star Wars sebelumnya, ceritanya tidak berlanjut, yang merupakan keuntungan saya bisa mengekspresikan diri saya lebih bebas saat berakting. Hambatan masuknya rendah, memungkinkan interaksi yang mudah dan ringan dengan serial ini," katanya, dilansir dari Allkpop, Kamis (6/6/2024).
Ia mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertamanya ia tinggal di luar negeri selama 10 bulan karena syuting, membuatnya sedikit tidak nyaman dan sulit.
"Tetapi yang paling penting adalah bagaimana mengembangkan karakter yang bisa berkontribusi pada proyek ini. Salah satu tantangannya adalah tampil dalam bahasa Inggris, yang bukan bahasa ibu saya," ungkapnya lagi.
Ia mengaku bermasalah dengan akses, pengucapan dan intonasi dialognya dalam Bahasa Inggris sehingga ia khawatir dapat menyebabkan miskomunikasi dan ekspresi.
Berakting sepenuhnya dalam Bahasa Inggris untuk serial ini, baginya membutuhkan banyak perhatian.
"Saya bertemu dengan dua pelatih hebat dan dua guru Bahasa Inggris, mulai berlatih empat bulan sebelumnya. Kami menggabungkan pelatihan tatap muka dan Zoom setiap hari, yang membantu saya menjadi terbiasa atau penyesuaian penyutradaraan diperlukan, tim produksi memahami, mengetahui saya kurang nyaman dengan bahasa Inggris, menjadikannya pengalaman syuting yang menyenangkan," ujarnya sambil tersenyum cerah.
Ketika ditanya tentang pemikirannya memasuki dunia Star Wars, ia menjawab sistem keseluruhan hampir identik dengan Korea, karena ia memiliki pengalaman dalam produksi dan penyutradaraan film.
"Saya pikir saya harus belajar banyak, tapi ternyata sangat mirip. Hal ini membuat saya menyadari betapa canggihnya sistem film Korea, namun Star Wars telah membangun keahliannya sejak tahun 1970an, terus meningkatkan alat peraga dan desain set, membuat set 'The Acolyte' terasa seperti produk dari sejarah yang panjang," paparnya.
Ia menambahkan, awalnya ia memiliki banyak kekhawatiran, namun begitu ia membenamkan diri dalam peran Sol, ia fokus untuk tampil baik di dunia Star Wars.
Selama kamp pelatihan awal, semua aktor yang dikumpulkan berasal dari negara yang berbeda.
"Meskipun saya memiliki keinginan pribadi untuk tampil baik, saya fokus pada ekspresi dan membenamkan diri dalam karakter yang cocok untuk proyek tersebut," ungkapnya lagi.
Sementara itu, The Acolyte adalah film thriller aksi misteri yang berlatar masa keemasan Ordo Jedi, yang melibatkan serangkaian pembunuhan Jedi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan munculnya kekuatan gelap di balik rahasia dan kebenaran.
Serial ini tayang di Disney+ tiap Rabu, dimulai dengan perilisan episode 1 dan 2 pada kemarin Rabu (5/6/2024). (yayu)
Editor: Yayu