Kejagung Mencekam Lagi, Sebuah Drone Ditembak Jatuh Dekat Kantor Jampidsus
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Suasana Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali mencekam setelah sebuah drone ditembak jatuh aparat pengamanan dalam (Pamdal) yang bertugas. Pasalnya, drone tersebut membuat geger setelah melintas di dekat kantor Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidus) Febri Ardiansyah.
Peristiwa penembakan drone itu terjadi pada Rabu (05/06/2024) malam. Pihak pengamanan Kejagung pun membawa drone tersebut untuk diteliti. Namun hingga kini, pihak Adhyaksa itu belum mengumumkan identitas drone tersebut.
"Belum. Ya nanti kan dilihat apa muatan drone nya, apa seperti apa, nanti saya coba konfirmasi," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana seperti dikutip Wartabanjar.com.
Baca juga: Pasca Penguntitan Jampidsus, Polri: Kami Dan Kejagung Baik-Baik Saja
Nantinya jika identitas pemilik drone ini dianggap tidak membahayakan, Kejagung takkan mengungkapnya ke publik. Sebaliknya, jika terindikasi membahayakan, maka Kejagung akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Kalau memang menurut kita tidak membahayakan, tidak perlu sampai ke media. Tapi kalau pun ada yg sifatnya membahayakan, kita lapor ke kepolisian atau kita lakukan penelusuran," ujar Ketut
Sebelumnya, Jampidsus Kejagung dibuntuti sejumlah oknum Densus 88 Antiteror. Bahkan, pengawal Jampidsus sempat mendapati anggota Densus itu menyodorkan sesuatu di ruangan restoran tempatnya makan malam.
Bukan hanya itu, beberapa kali iring-iringan kendaraan Brimob melintas di jalanan depan kompleks Kejagung. Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah Jampidsus dibuntuti Densus.
Baca juga: Pasca Penguntitan Jampidsus, Polri: Kami Dan Kejagung Baik-Baik Saja
Tak hanya itu, sebuah crane proyek di Kejagung jatuh hingga sempat mengganggu lalu lintas Mass Rapid Transportation (MRT) yang melintas di depan Gedung Kejagung.
Kali ini sebuah drone ditembak jatuh saat melintas di dekat kantor Jampidsus. Meski belum diketahui pemilik drone itu, banyak yang menduga semua peristiwa tersebut bukan hanya kebetulan. Hal itu tak lepas dari kasus dugaan korupsi tambang yang tengah ditangani Kejagung. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko