WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Keterlambatan keberangkatan jemaah haji oleh maskapai Garuda Indonesia disorot Kementrian Agama (Kemenag) RI, Senin (27/5).
Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo meminta Garuda Indonesia menyiapkan mitigasi menyeluruh terhadap potensi persoalan yang muncul dalam proses penerbangan jemaah haji Indonesia.
Pihak Garuda Indonesia, jelasnya saat ini masih sebatas menerapkan solusi instan dan parsial dalam menyelesaikan masalah keterlambatan penerbangan.
Baca juga
Kronologi Tabrakan Simpang 3 Mistar Cokrokusumo Banjarbaru
“Garuda Indonesia harus menunjukkan komitmennya mengurai masalah keterlambatan penerbangan yang semakin tidak menentu ini. Butuh mitigasi komprehensif, bukan solusi parsial,” sebut Wibowo Prasetyo dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Minggu (16/5/2024).
Sebab keterlambatan penerbangan akan berdampak pada layanan kepada jemaah, dan Kementerian Agama juga yang mendapat protes dari jemaah.
“Jadi masalah keterlambatan ini perlu segera diselesaikan secara permanen,” sambungnya.
Wibowo menilai, pendekatan penyelesaian Garuda Indonesia atas masalah keterlambatan penerbangan jemaah masih bersifat teknis dan tidak substantif. Hal ini bisa jadi karena Garuda Indonesia belum mempersiapkan mitigasi yang komprehensif.
“Sejak 12 Mei, awal penerbangan sekaligus awal muncul masalah, selalu saja alasannya perbaikan mesin, pengecekkan moda, dan lainnya. Sehingga, masalah terus berulang. Perlu ada terobosan agar penerbangan jemaah haji Indonesia ke depan sesuai jadwal,” tandasnya.