WARTABANJAR.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan musim kemarau 2024 dan menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim kemarau pada Mei hingga Agustus 2024.
Di sisi lain, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan secara signifikan.
Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain adalah adanya Bibit Siklon Tropis 99B di Teluk Benggala sebelah timur India serta Bibit Siklon Tropis 93W di Perairan Masbate di sekitar Filipina bagian Tengah.
Baca Juga
Pencuri Tas di Masjid Nurul Yaqin Kabupaten Balangan Tertekam CCTV
Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Andri Ramdhani menambahkan bahwa potensi hujan dengan intensitas Sedang-Lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 25-31Mei 2024 dapat terjadi di sebagian Sumatra, sebagian Jawa bagian barat, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku,
Maluku Utara, dan sebagian besar Papua.
Berikut faktor-faktor pemicu hujan :
• Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di kuadran 3 (Samudra Hindia),
• Aktifnya gelombang Rossby Equatorial di sekitar Samudra Hindia Barat Sumatra perairan barat dan pesisir selatan Banten dan Jawa Barat.
• Pola pertemuan angin di wilayah Sumatera bagian Selatan hingga Samudera Hindia,
• Suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Selat Sunda dan Laut Jawa, labilitas atmosfer yang tinggi
• Serta terpantaunya adveksi dingin dari selatan Jawa sehingga menyebabkan kelembapan yang tinggi cukup bertahan di wilayah pulau Jawa.(atoe)







