“Banyak penumpang yang tidak dapat berjalan dan harus ditolong dari pesawat,” ujarnya.
Dipercaya bahwa turbulensi tiba-tiba terjadi ketika orang-orang sedang disuguhi sarapan. Kittikachorn menyalahkan kantong udaraatas insiden tersebut.
Baca juga: Dishub Banjarbaru Ancam Tindak Aeris Hotel Jika Langgar Amdalalin Saat Soft Opening
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pihaknya telah melakukan kontak dengan pihak berwenang setempat mengenai insiden tersebut.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat melaju pada ketinggian 37.000 kaki (11.280 m) sebelum turun 6.000 kaki (1.830 m) dalam waktu sekitar tiga menit.
Namun, juru bicara FlightRadar24 mengatakan hal ini tampaknya hanya merupakan perubahan tingkat penerbangan sebagai persiapan pendaratan.
Ada 211 penumpang dan 18 awak di pesawat Boeing 777-300ER itu.







