Singapore Airlines Alami Turbulensi Hebat, Seorang Warga Inggris Tewas

“Banyak penumpang yang tidak dapat berjalan dan harus ditolong dari pesawat,” ujarnya.

Dipercaya bahwa turbulensi tiba-tiba terjadi ketika orang-orang sedang disuguhi sarapan. Kittikachorn menyalahkan kantong udaraatas insiden tersebut.

Baca juga: Dishub Banjarbaru Ancam Tindak Aeris Hotel Jika Langgar Amdalalin Saat Soft Opening

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pihaknya telah melakukan kontak dengan pihak berwenang setempat mengenai insiden tersebut.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat melaju pada ketinggian 37.000 kaki (11.280 m) sebelum turun 6.000 kaki (1.830 m) dalam waktu sekitar tiga menit.

Namun, juru bicara FlightRadar24 mengatakan hal ini tampaknya hanya merupakan perubahan tingkat penerbangan sebagai persiapan pendaratan.

Ada 211 penumpang dan 18 awak di pesawat Boeing 777-300ER itu.

Baca juga: Rekrutmen Anggota Polri di Papua, Begini Antusiasme Warga Asli di Sana

“Singapore Airlines menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas pengalaman traumatis yang dialami penumpang dan awak kami dalam penerbangan ini.”

Dikatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang Thailand dan mengirimkan tim ke Bangkok untuk membantu. (Sidik Purwoko)

Baca juga: Bangunan Liar di Sungai Andai Banjarmasin Dihancurkan

Editor: Sidik Purwoko