Jelang MotoGP Mugello, Veda Ega Disanjung Media Italia, Berapa Gaji Pembalap Moto3?

WARTABANJAR.COM – Pekan depan, gelaran MotoGP Mugello, Italia berlangsung mulai 29 Mei hingga 31 Mei 2026.

Para pembalap baik Moto3, Moto2 dan MotoGP sudah bersiap mengikuti seri ketujuh MotoGP 2026 di Italia tersebut, termasuk Veda Ega Pratama.

Di tengah persiapan itu, pujian untuk Veda Ega datang dari media Italia karena mampu menampilkan performa apik saat Moto3 Catalunya, pekan lalu.

Selama 2026 ini Veda Ega harus menjalani 22 seri hingga akhir tahun nanti.

Tentu sesuatu yang berat, lantas apakah itu sesuai dengan gaji yang diperoleh? Berapa gaji pembalap Moto3?

Baca Juga: Dari Terseok-seok ke Finish 8 di Catalunya Jadi Modal Veda Ega Taklukkan Moto3 Mugello

Baca Juga: Kenangan Juara Veda Ega di Sirkuit Mugello Usai Tampil Apik di Moto3 Catalunya

Sanjungan atau pujian untuk Veda Eda diberikan media olahraga ternama di Italia, GP One.

“Balapan solid ditunjukkan rookie Pratama [Veda Ega] di posisi ke-8, yang memulai dari posisi ke-20 dan menjadi yang terbaik di antara pembalap Honda hari ini,” tulis GP One dalam analisisnya.

GP One menilai pembalap berusia 17 tahun adalah pendatang baru (rookie) luar biasa di ajang Moto3 2026.

Mereka pun menilai apabila Veda Ega dapat menjaga performanya, bukan tidak mungkin akan menjadi pembalap yang diperhitungan di kelas lebih tinggi: Moto2 bahkan MotoGP.

Di awal musim Moto3 2026, Veda Ega memang kerap menyita perhatian publik.

Dari 6 seri yang sudah dijalani, ia sekali crash dan 6 kali finish di barisan 10 besar.

Padahal beberapa kali Veda Ega harus start dari barisan belakang, bahkan di Moto3 Catalunya memulai balapan dari posisi 21.

Veda Ega “digandeng” Honda Team Asia melalui jalur prestisius Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.

Melihat performanya di Moto3, ia berpotensi berpotensi menerima kontrak penuh dari tim tanpa harus menjadi pay rider, situasi yang jarang didapat pembalap muda Asia Tenggara.

Status kontrak Veda Ega Pratama di Honda Team Asia memang belum diumumkan secara resmi ke publik.

Namun, banyak pengamat menilai Veda Ega memiliki peluang besar mendapatkan skema Team-funded Contract atau kontrak yang seluruh biaya operasionalnya ditanggung tim pabrikan.

Skema tersebut sangat penting karena membuat pembalap tidak perlu membawa sponsor pribadi dalam jumlah besar demi mendapatkan kursi balap.

Jalur itu biasanya hanya diberikan kepada rider yang dianggap memiliki prospek besar untuk berkembang menuju Moto2 hingga MotoGP.

Perubahan besar di Moto3 mulai terlihat dari kisah pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli.

Rider asal Terengganu berusia 18 tahun itu resmi mendapat kontrak profesional murni dari MSi Racing Team untuk musim penuh Moto3 2026.