Jelang MotoGP Mugello, Veda Ega Disanjung Media Italia, Berapa Gaji Pembalap Moto3?

Dia menerima gaji pokok dan bonus langsung dari tim.

Situasi itu membuatnya tidak perlu menyetorkan dana besar untuk menyewa motor seperti yang kerap dialami pembalap Asia pada masa lalu.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi pembalap muda Asia Tenggara, termasuk Veda Ega.

Jika Veda mampu mengikuti jejak Hakim Danish dengan tampil kompetitif sejak musim debut, bukan tidak mungkin status kontraknya akan semakin kuat.

Bahkan peluang naik ke Moto2 dalam beberapa tahun ke depan juga terbuka semakin lebar.

Lalu, berapa besar gaji pembalap Moto3?

Belum ada tim atau manajemen pembalap yang mengungkap ke publik.

Yang pasti lebih rendah dari pembalap Moto2 dan MotoGP.

Untuk kisarannya, bisa melihat “pengakuan” pembalap MotoGP Jorge Martin.

Saat masih di kelas Moto3, dia kabarnya menerima sekitar 40 ribu Euro per tahun atau setara Rp 670 juta.

Nilai tersebut biasanya diberikan kepada pembalap yang masuk kategori spesial atau memiliki prospek besar.

Di sisi lain ada pembalap yang masih bergantung pada sponsor pribadi.

Situasi berbeda mulai terlihat pada pembalap binaan pabrikan seperti Honda Team Asia.

Rider yang direkrut langsung melalui program pembinaan resmi biasanya memiliki perlindungan finansial lebih baik dibanding pembalap independen.

Karena itu, Veda Ega Pratama diprediksi berada dalam kategori pembalap dengan dukungan tim penuh.

Walau angka kontraknya belum diketahui, peluang mendapat gaji tetap plus bonus hasil balapan cukup terbuka jika mampu tampil kompetitif sepanjang musim.

Berdasarkan data Salary Leaks, pembalap MotoGP menerima gaji mulai 250 ribu Euro hingga 14 juta Euro per tahun atau setara Rp 4,8 miliar sampai Rp 274 miliar.

Pembalap Moto2 di kisaranb 75 ribu hingga 150 ribu Euro atau Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,9 miliar per tahun

Kesenjangan tersebut membuat Liberty Media selaku pemegang MotoGP SEG mendorong adanya standar gaji minimum di kelas premier.

Muncul usulan agar pembalap MotoGP memiliki gaji minimum 500 ribu Euro atau sekitar Rp 9,8 miliar.

Jika aturan tersebut benar-benar diterapkan, berpotensi mempengaruhi gaji rider Moto2 dan Moto3. (Wartabanjar.com)