Ini Sosok Nasrullo Kabirov Yang Sontak Viral Usai Kalahkan Timnas Indonesia
Pada pertandingan yang dimenangkan Indonesia 2-1 tersebut, Nasrullo Kabirov, hanya mengeluarkan 3 kartu kuning. Rinciannya, 1 kartu kuning diberikan ke Saddil Ramdani di menit ke-14, kepada pemain Kuwait, Hussain Kankone (43') dan Fahad Al-Hajeri (90+2').
Pria kelahiran 5 Mei 1985 itu banyak memimpin pertandingan di Vysshaya Liga atau Liga kasta pertama Tajikistan.
Tak hanya itu Nasrullo Kabirov juga sarat pengalaman memimpin laga di level Asia, termasuk di SEA Games Vietnam.
Pada SEA Games ke-21 itu, pemain Thailand, Jonathan Khamdee, mendapatkan kartu merah di menit ke-41.
Baca juga: Dampak Konflik Iran-Israel, Menko Perekonomian: Jaga Stabilitas Keuangan
Hasilnya, Gajah Putih yang sempat unggul 1-0 di menit ke-33, harus berakhir dengan kekalahan usai Malaysia mencetak dua gol di menit ke-61 dan 90+4.
Pria yang akrab disapa Kabirov ini bukan wasit 'kemarin sore'. Sejak 2017, selain memimpin pertandingan di Tajikistan, Kabirov sudah memimpin laga internasional seperti AFC Cup dan Asian Games.
Laga antarnegara di pentas senior juga sudah pernah dijalani Kabirov sejak 2019.
Sejak 2017 hingga kini, Kabirov telah memimpin 90 pertandingan di berbagai ajang dan mengeluarkan 326 kartu kuning, sembilan kartu merah tidak langsung, dan 17 kartu merah langsung.
Selain itu ada 37 penalti yang diberikan Kabirov selama karier selama tujuh tahun terakhir. Kabirov punya riwayat memberikan hadiah tiga penalti untuk Qatar, tepatnya dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kontra Afghanistan pada 16 November 2023. Kala itu, Qatar mampu menggilas Afghanistan dengan skor telak 8-1.
Baca juga: Benjamin Netanyahu Enggan Tanggapi Telepon Negara-Negara Barat Terkait Serangan Iran
Jika memang sudah sedemikian kontroversi, sebaiknya kita tunggu seperti apa keputusan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Apakah FIFA akan segarang singa ataukah tunduk oleh mafia bola internasional? Kita tunggu sikap Ketua Umum PSSI Erick Thohir jika memang FIFA pun tunduk oleh mafia bola internasional. Beranikah dia menggilas mafia bola internasional seperti menggilas mafia bola dalam negeri? (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko