Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) ini mengungkap bahwa intimidasi yang didapatkannya berupa singgungan kasus Harun Masiku. Bahkan, ia kerap dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus ini.
Baca juga: Tinjau Persiapan Pemerintah dan Operator Jalan Tol, DPR kunjungi Tol Cikampek
“Pertama masalah pajak (dan) kedua Harun Masiku, saya sudah beri penjelasan,” ujarnya.
Bentuk intimidasi lain, menurutnya, soal tudingan keterlibatnya dengan seorang pengusaha yang pernah berfoto dengannya. Namun ia menyakini bahwa hal tersebut tidak membuatnya gentar.
“Buat saya makin diintimidasi saya makin keras melakukan perlawanan. Mengapa? karena Bung Karno saja berani keluar masuk penjara masa gua enggak berani untuk keberanan,” ucapnya.
Dengan demikian, Hasto menyatakan bahwa dirinya tetap berani dalam mengungkap dugaan kecurangan dalam proses Pemilu 2024. Menurutnya, kecurangan tersebut harus diungkap agar Indonesia terhindar dari kemunduran demokrasi.
Baca juga: PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Saat Idul Fitri 1445 Hijriah
“Kita sudah tahu ketika selama Orde Baru 32 tahun demokrasi itu dimatikan, yang ada adalah KKN yang menjamur dan kemudian kita tidak mampu mencapai suatu kualitas kehidupan berbangsa yang membanggakan,” kata Hasto. (Sidik Purwoko)






