WARTABANJAR.COM, KAPUAS HULU - Pasca pemanggilan dua menterinya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitip salam untuk Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, salam Presiden itu sebagai sinyal agar Cak Imin ikut bergabung dengan koalisi. "Tanda Cak Imin ingin terus menjadi bagian koalisi Jokowi. Setidaknya terus merawat hubungan baik keduanya," kata Adi kepada wartawan, Rabu (20/3/2024). Alasannya, hubungan keduanya memburuk usai langkah Cak Imin maju pilpres bersama Koalisi Perubahan. Adi memandang dua menteri tersebut menghadap Jokowi sebagai bentuk perbaikan hubungan. "Karena apa pun judulnya, efek pilpres dalam banyak hal membuat hubungan Jokowi dan Cak Imin rada kurang baik. Apalagi Cak Imin dinilai menyeberang ke Koalisi Perubahan yang jelas-jelas antitesa Jokowi," katanya seperti dikutip Wartabanjar.com. "Jadi, dua menteri PKB itu sebagai sinyal politik, semacam kode 'islah politik' Cak Imin ke Jokowi," imbuhnya. Baca juga: THR ASN Pemprov Kalsel Akan Segera Cair Adi menilai peluang PKB merapat ke barisan Prabowo-Gibran masih terbuka. Setidaknya, kata Adi, ada dua hal yang menjadi dasar PKB bergabung ke Prabowo-Gibran. Partai itu memegang peran penting untuk menjaga keseimbangan dari kelompok Islam. Selain itu, PKB memperoleh suara yang cukup tinggi di pileg lalu. "Pertama, PKB representasi politik Nahdliyin. Ini penting untuk menjaga keseimbangan kelompok Islam. Kedua, merupakan partai Islam yang perolehan pileg paling signifikan dibanding partai Islam lain. Tapi soal PKB gabung koalisi paslon 2 tentu semuanya ada di tangan Prabowo-Gibran," katanya. Sebelumnya, dua menteri dari PKB yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menghadap Jokowi pada Senin (18/3/2024). Dalam pertemuan itu, Abdul Halim yang juga Ketua DPW PKB Jawa Timur itu mengatakan Jokowi memuji kinerja partai itu, terutama dalam perolehan suara di Pemilu 2024. "Beliau merasa bagus lah kerja-kerja PKB karena sudah semakin merata suara PKB," lanjutnya. Ia memastikan tak ada pesan khusus dari presiden kepada Cak Imin. Jokowi disebutkan hanya sebatas menitipkan salam. "Nggak ada pesan, cuma titip salam aja," sambung Abdul Halim. Sehari kemudian, Selasa (19/3) kemarin, Abdul Halim mengungkap Cak Imin sudah mengirim salam balik untuk Jokowi via dirinya. Cak Imin, kata dia, juga berterima kasih ke Jokowi karena sudah memberi restu dirinya maju Pilpres 2024. "Dan terima kasih sudah diberi kesempatan sudah untuk menjadi cawapres. Karena dengan menjadi cawapres itu coattail effect ternyata PKB menjadi naik, bukan hanya sebagai partai lokal tapi menjadi partai nasional," kata Halim di Istana Wapres. Dari situlah sinyal bakal bergabungnya partai besutan mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu dengan partai koalisi Prabowo-Gibran makin terlihat. Bagaimana menurut anda? (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko