Nama lokalnya dalam bahasa Melayu, kra atau kera, adalah tiruan bunyi yang dikeluarkan oleh hewan ini.
Monyet ini sangat adaptif dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia.
Selain menjadi hewan timangan atau pertunjukan, Asep ini juga digunakan dalam berbagai percobaan kedokteran.
Di beberapa tempat, seperti halnya di Sangeh, Bali, Monyet kra dianggap sebagai hewan yang dikeramatkan dan tidak boleh diganggu.(atoe/Wikipedia)
View this post on Instagram
Editor Restu







